BBKSDA Riau Fasilitasi Penyelematan Anak Gajah Sumatera

Admin Rabu, 1 Januari 2020 08:54 WIB
47x ditampilkan Kepri Terkini

PEKANBARU - Balai Besar KSDA Riau menerima laporan dari tim lapangan Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo dan pihak perusahaan PT. Rimba Peranap Indah (RPI) bahwa telah dijumpai anak Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang terkena jerat. Lokasi dijumpai anak gajah terjerat di areal konsesi PT. RPI Kecamatan Peranap, Indragiri Hulu.

Kepala Balai Besar KSDA Riau, Suharyono memerintahkan segera dilakukan tindakan medis untuk menyelamatkan anak Gajah tersebut.

Balai Besar KSDA Riau yang terdiri dari Kepala Seksi Konservasi Wil. 1, dua orang Dokter Hewan, paramedis, Polhut, beberapa Mahout bersama personil dari Balai Taman Nasional Tesso Nilo, Drh. Anhar Lubis dari Forum Konservasi Leuser, Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo, dan pihak perusahaan baik PT. RPI dan PT. RAPP segera turun ke lokasi.

Pada Senin (31/12/19) setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, pada pukul 11: 35 Wib dengan menggunakan Gajah jinak, anak Gajah Liar yang sakit berhasil di tembak bius di areal konsesi PT. Rimba Lazuardi. Anak Gajah Liar tersebut tertidur akibat pengaruh obat bius.

Tim medis segera turun dan melakukan pengobatan. Pengobatan berlangsung selama ± 2 jam dan pada pukul 13:55 WIB pengobatan telah selesai dilakukan dan pemberian bius untuk penyadaran anak Gajah Liar tersebut. Setelah anak Gajah Liar sadar, segera bergerak sambil bersuara memanggil induk dan rombongannya.

Kondisi Gajah saat pengobatan mengalami malnitrisi, kurus, dehidrasi, luka jerat kaki kiri bagian depan dengan membawa tali jerat melingkar pada pergelangan kaki depan bagian kiri dengan kondisi kaki bengkak, mengalami nekrosa, infeksi dan myasisi. Gajah juga mengalami anemia berat dengan kondisi mukosa yang sangat pucat.

Tindakan Pengobatan dimulai dengan pelepasan tali jerat pada kaki yang dilanjutkan dengan pembersihan luka, pemberian povidone iodine serta gusanex untuk mengobati myasis. Pengobatan dilakukan untuk memperbaiki kondisi tubuh anak Gajah melalui pemberian cairan infus NaCl (Natrium Clorida), RL (Ringer laktat), Glukosa 5%, Aminofluid, vitamin berupa Catosal , Biodin, Vitol serta pemberian antibiotic (ceftriaxon dan Oxytetracyclin LA), pemberian flunixin (analgesic, antiinflamasi). Selain itu dilakukan pengambilan darah untuk pemeriksaan terhadap kondisi satwa.

Setelah selesai pengobatan gajah kembali disadarkan untuk dikembalikan dengan kelompoknya dengan harapan supaya Gajah lebih nyaman dan mendapatkan antibody yang lebih bersama induknya.

Untuk selanjutnya akan dilakukan pemantauan bersama terhadap anak Gajah pasca pengobatan, memperbanyak pemasangan papan himbauan larangan pemasangan jerat/berburu, disamping melakukan patroli bersama sapu jerat dan mitigasi konflik satwa liar.*(H-we/riauterkini)