Sistem Status Peserta BPJS Kesehatan Makassar di Aplikasi JKN Mobile Semrawutan

Admin Sabtu, 18 Januari 2020 12:45 WIB
247x ditampilkan Headline Makassar

MAKASSAR, -- Tarif iuaran Bpjs 2020 menukik sementara sitem pelayanan kepesertaan semrawut yang seolah jadi pembiaran tanpa sosialisasi dan pemberitahuan kepada pelanggan pengguna Bpjs Kesehatan di Makassar.

Hal tersebut diketahui salah seorang pelanggan yang hendak menggunakan Bpjs untuk memeriksakan buah hati yang sontak kaget ketika pelayanan Bpjs memberitahu jika nomor virtual anaknya tidak berlaku dan kadaluarsa

Saat dikonfirmasi kepihak BPJS Kesehatan Makassar hal terkait sistem tersebut di tampik, Kabid Kepesertaan menurutnya Kalau ini adalah pegawai kontrak dengan perjanjian kerja. dan pegawai kontrak memiliki masa waktu dalam kontrak biasanya setahun dan selalu diperpanjang. "Jadi wajar jika otomatis putus". Tandas Ridjal

Untuk hal tersebut dirinya juga menyarankan kepada Satker penanggung jawab kepegawaian untuk wajib datang melaporkan ke BPJS kesehatan dengan membawa bukti setor iuran dan daftar gaji kolektif untuk dilakukan verifikasi dan aktifasi kembali jika benar masih diperpanjang kontraknya. kata dia

Namun dari semua aduan dari peserta Bpjs Kesehatan Makassar Ridjal selaku Kabid Kepesertaan BPJS Kesehatan Makassar itu belum jelas dengan keterangan tak masuk akal sehat pasalnya ada nomor virtual yang activ cuman anaknya sementara orang tua selaku penanggung iuran sama sekali tidak berlaku lagi Bpjs nya.

"Dari semua keluarga yang terdaftar cuman seorang anak yang memiliki nomor virtual yang kadaluarsa atau masa berlaku habis" kata ical dengan nomor virtual. Kata Ical

Saya kaget saat mau periksa gigi anak saya kata dokter Bpsnya sudah tidak berlaku, ada apa?? Sementara pembayaran rutin dilakukan tiap bulan.

Temuan kedua lebih parah lagi disaat pelanggan Bpjs juga hendak melakukan pengobatan tiba tiba saja Bpjs milik dia kadaluarsa semua, bahkan berbeda faskes antara diri dan anak anaknya.

"Saat itu saya mau berobat namun kartu ketinggalan, jadi saya coba buka JKN Mobile aplikasi Bpjs dan ternyata kadaluarsa, anehnya faskes saya kelas 2 tapi faskes anak saya kenapa bisa berada di kelas 3, padahal pendaftaran dan potongan semua di kelas 2" Kata dia

Jika memang hal tersebut dikarenakan brlum ada konfirmasi dari pihak satker, seharusnya semua peserta tersebut kolektip tidak aktif, bukan bolong bolong seperti itu status kepesertaan nya tegas Ical selaku peserta BPJS Kesehtan Makassar.

Diketahui melalui konfirmasi via telephone Ridjal selaku Kabid Kepesertaan BPJS Kesehatan Makassar juga mengakui bahwa pembayaran terakhir pada Desember 2019, yang pada kenyataan awal 2020 ini telah banyak yang terputus status kepesertaan nya(*/)