Diduga Kecewa, Oknum Guru Eksploitasi Siswa Lakukan Aksi Demo

Admin Kamis, 23 Januari 2020 21:53 WIB
408x ditampilkan Daerah Headline Pendidikan

SAPE, -- Terkait aksi demo terhadap kepala sekolah dengan 3 tuntutan, yaitu pertama: Siswa tidak setuju sekolah hari minggu, kedua: Tidak menerima guru guru dimutasi dan ketiga: menuntut fasilitasi belajar yang nyaman terutama meja kursi Rabu (22/1) kemarin dilakukan oknum guru dan siswa

Aksi tersebut di bantah kepala sekolah dengan tegas menjawab tuduhan kaitan tuntutan "Sekolah di hari minggu" menurutnya fitnah karena memang tidak ada kebijakan sekolah terkait kegiatan belajar mengajar pada hari minggu

Hal tersebut juga dibantah pihak sekolah terkait isu mutasi guru karena pada kenyataannya tidak ada guru yang dimutasi dan tidak pernah mengusulkan guru untuk dimutasi karena kami masih membutuhkan guru dan mengenai mutasi guru maupun kepsek seutuhnya menjadi kewenangan orang atas.

Fasilitas belajar nyaman terutama meja kursi, bahwa pengadaan & perbaikan meja kursi adalah program prioritas kami terbukti sudah ratusan unit mebler kebutuhan siswa diadakan oleh sekolah dan program tersebut jadi program yang sifatnya  berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan 1000 an orang siswa. Kata Jon hermansyah.S.Pd. selaku kepsek

"Pengadaannya tudak bisa sekaligus dan untuk thn 2020 ini kita juga sudah anggarkan ratusan unit lagi. Inbuh Jon hermansyah.S.Pd. Kamis (23/1/2020) kepada terkininews.com

Terpisah Wakil kepala sekolah kesiswaan Muslimin S,Ag juga memeberi pernyataan, bahwa tuntutan demo tersebut tidak masuk akal dan waktu aksi pun hanya 15 menit, saat jam istrahat dan terjadi secara spontanitas.

"Ini bukan demo dari siswa, karena tidak ada siswa yang pegang mikrofon dan yang pegang mikrofon adalah salah satu oknum guru diduga kecewa karena tidak lagi dipake sebagai pembina Imtak karena dinilai kurang maksimal dalam melaksanakan tugas". Kata Muslimin

Muslimin menambahkan bahwa beberapa waktu lalu ada pengawas pembina dari Kemenag yang datang melakukan monitoring sempat menguji siswa kami sekaitan dengan bacaan sholat namun nyata nya saat itu masih banyak siswa yang tidak menguasai bacaan sholat padahal sekolah selama 2 tahun sudah memprogramkan pembinaan Al-Qur'an khusus menangani siswa -siswa yang tidak bisa membaca & tulis Al-Qur'an.

Oleh karena demikian, kepala sekolah melakukan menyegaran dgn mengganti pembina dgn harapan kegiatan pembinaan tepat sasaran dan berhasil menuntaskan program pengentasan buta huruf baca dan tulis alqur'an dan menjadi ciri bagi tamatan  SMAN 1 Sape sehingga menjadi salah satu program strategis kami. Terangnya.
Dan menurut info yang dihimpun oleh media ini  diketahui oknum guru yang melakukan orasi sedang ikut seleksi calon kepala sekolah 

Hal senada juga di ungkapkan ketua komite Firdaus SH.MH yang sangat menyanyangkan adanya aksi yang dilakukan oknum guru dan siswa tersebut telah mencoreng nama lembaga pendidikan, jelas nya saat dihubungi via handphone terkininews.com

Menurut nya,'Keterlibatan siswa ini dicurigai adanya ajakan dari oknum guru, dimana sesuai hasil proses kita terhadap salah satu siswa yang mengatakan "Kami diajak oleh guru" ujar siswa menjawab pertanyaan oleh komite. (***/)