Pantang Menyerah dan Selalu Bersyukur

Admin Jumat, 24 Januari 2020 12:10 WIB
176x ditampilkan Headline Profil

Terlahir 55 tahub silam Drs Toto Sucipto Kepala Badan Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Kepulauan Riau mengaku dalam menghadapi beragam persoalan selalu memiliki prinsip pantang menyerah dan selalu bersyukur. 

Alumni  jurusan Antropologi UNPAD  ini menceritakan pengalamannya untuk sampai pada posisi karirnya saat inj.

Setelah banyak melalui proses yang panjang dia di percaya untuk memimpin  Kepala BPNB Kepulauan Riau.

"Tahun 2017 awal saya mulai menetap di Tanjungpinang setelah sebelumnya pernah di rotasi dari Bandung-Pinang-Padang," katanya mengawali perbincangan dengan terkininews.com.

Pria asal Subang ini menceritakan terlebih dahulu jenjang pendidikannya,  lulus kuliah tahun 1990.

"Sejak SMP saya sangat senang berorganisasi dan sampai saya Kuliah juga ikut organisasi. Di saat kuliah saya ikut  BEM, memang di organisasi menurut saya sangat perlu karna di situ kita mendapatkan pengalaman, sehingga jika di kemudian hari kita sudah menjadi pemimpin kia sudah terbiasa untuk mengatur orang," ungkapnya.

Dia melanjutkan, setelah lulus ditawarkan untuk jadi Pegawai Negeri.

“Padahal di saat itu saya sudah kerja di swasta, dan akhirnya saya mencoba ikut tes dan akhirnya lolos dan saya menjadi peneliti di kantor Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional di Bandung,  saya menjadi PNS tahun 1991, gaji awal saya masuk di PNS sangat sedikit jika di bandingkan dengan gaji saya kerja di swasta, dan saya tetap bersyukur dan optimis untuk terus mengikuti proses, dan alhamduliiah semua itu ada hikmahnya sampai saat," jelasnya.

Dia menambahkan, saat kuliah saya sering ikut kegiatan penelitian dengan Dosen-Dosen di kampusnya.

“Ketika jadi peniliti itu memang banyak teman teman tidak sesuai dengan fokus, artinya meneliti tentang sejarah dan budaya, tapi ada juga yang latar belakang dari Hukum, MTK dan lain sebagainya. Karna saya mengambil di bagian Antropologi insya allah cukup mudah untuk meneliti tentang Sejarah dan Budaya," tutur Kepala BPNB Kepri.

Dia mengaku setelah 10 tahun di Bandung, dirinya pernah juga kerja di Padang.

"Saya memang sejak dulu senangnya di penelitian, kebetulan ada lowongan kerja di penelitian ketika itu di Bandung," tutupnya.