Polres Trenggalek Rilis Kasus Menonjol Ayah Perkosa Dua Putrinya

Admin Jumat, 24 Januari 2020 10:22 WIB
291x ditampilkan Headline Jakarta

JAKARTA, -- Berdasrkan laporan LP No.56/Trenggalek tanggal 17 Juli 2019 yang dalam penanganan jajaran Polres Trenggalek atas perkara Ayah Perkosa Dua Putrinya terungkap hal menonjol.

Aksi bejad sang pelaku terhadap kedua putrinya inisil Bunga, dan Mawar perempuan, asal kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek adalah ayah dari sang anak

Muhtar bin Mukar (55 thn) Jawa, Tulungagung 10 November 1964, Indonesia, pekerjaan sesuai KTP karyawan Swasta, dengan pendidikan terakhir SD (tamat), alamat sesuai KTP Dusun Tawing, RT 31 RW 09 Desa Ngadisuko, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek tersangka pelaku pemerkosaan

Diketahui Muhtar bin Mukar melakukan perbuatan bejad pertama, pada tahun 2017. Kejadian kedua, pada bulan Oktober 2018 dan kejadian ketiga, pada hari dan tanggal lupa sekira bulan Nopember 2018. Ungkap Akbp Jen Calvin Simanjuntak.

Menurut Kapolres Trenggalek Akbp Jen Calvin Simanjuntak S.I.K, M.H Jum'at (24/1/2020) memaparkan bahwa lokasi kejadian pertama di kamar tidur rumah pelaku alamat Dusun Tawing, RT 31 RW 19, Desa Ngadisuko, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek dan kejadian kedua, di ruang kamar tidur rumah Sdri. SURATIN alamat Dusun Telan RT 19 RW 06, Desa Ngadisuko, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, lalu tempat ketiga, kembali terjadi di ruang tamu rumah Sdri. SURATIN di Dusun Telan Kabupaten Trenggalek.

Dari keterangan pers Kapolres Trenggalek Akbp Jen Calvin Simanjuntak melampirkan ; tersangka mengakui bahwa telah melakukan persetubuhan terhadap korban yang merupakan anak kandungnya sendiri sebanyak 3 (tiga) kali, yang terakhir terjadi pada bulan November tahun 2018 di ruang tamu rumah. SURATIN.

Atas perbuatan pelaku yang merupakan ayah Kandung dari Korban. Kapolres menghimbau kepada warga Trenggalek agar lebih hati hati dan Waspada baik dilingkungan keluarga sendiri dan lingkungan warga tempat tinggal, jajaran Polres Trenggalek juga akan terus melakukan pendalaman kasus dimaksud.

"Polres Trenggalek tidak akan mentolelir semua bentuk kejahatan yang meresahkan warga masyarakat Trenggalek akan dilakukan Proses hukum hingga tuntas dan warga merasa aman dan nyaman", kata Kapolres
 
Lanjut tersangka melakukan persetubuhan terhadap anaknya karena kondisi keluarga dengan istri keduanya yang bernama ISMIYAH tidak harmonis hingga pisah ranjang dan tersangka tidak bisa memenuhi hasrat seksualnya sehingga tidak bisa mengontrol hawa nafsunya.

Kapolres memjelaskan dalam perkara tersebut tersangka akan dijerat dengan penerapan pasal yang disangkakan Pasal 76 D Jo. Pasal 81  ayat (2) UURI No. 17 tahun 2016 tentang penetapan perppu UURI No. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua UURI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang- undang dan/atau pasal 290 ayat (1) KUHP dengan ancaman pidana minimal 5 tahun paling lama 15 tahun penjara. Kuncinya. (*/)