Untitled Document
Untitled Document
Untitled Document
Home | Berita Photo | Bahari Kite | Artikel | Redaksi |
Untitled Document


Untitled Document
Senin, 6 September 2010 14:14
10 Ribu Pelita Hiasi Malam 7 Likur
 
Sabtu, 4 September 2010 12:05
Kejari Daik Lingga Kembali Tahan 3 Orang Tersangka
 
Kamis, 2 September 2010 20:54
KAMMI Kepri Minta Gubkepri Jadi Penengah
 
Kamis, 2 September 2010 10:36
Pajak Hiburan Turun 10 Persen
 
Rabu, 1 September 2010 11:39
Tahun ini Shalat Ied Dikantor Bupati Lingga
 
Rabu, 1 September 2010 11:27
Rekan Wartawan Keberatan Nama dan Media Dicatut
 
Sabtu, 28 Agustus 2010 14:17
Rumah Warga Batu Belubang Roboh Diterpa Badai
 
Sabtu, 28 Agustus 2010 14:03
Satu Lagi Pejabat Lingga Ditahan
 
Rabu, 25 Agustus 2010 15:45
KPU Pastikan Tolak SK Kepengurusan Parpol Yang Kadaluarsa
 
Selasa, 24 Agustus 2010 23:05
Mahasiswa Harus Bisa Menggagas Wacana Gerakan Lewat Tulisan
 
Untitled Document

Perjanjian FTA ASEAN-China Untungkan RI Jangka Panjang
Kamis, 28 Januari 2010 06:53
Oleh : Yudi


Walau sebagian kalangan mengatakan ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA) hanya memiliki dampak negatif, namun perjanjian pasar bebas tersebut nantinya akan menguntungkan Indonesia secara jangka panjang.

"Dalam jangka panjang, ACFTA akan berdampak positif bagi perekonomian Indonesia," jelas Kepala Riset Recapital Securities Poltak Hotradero dalam acara media gathering, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (27/1/2010).

Dia mengatakan pemerintah, secara kalkulasi telah menghitung akan mendapatkan keuntungan dari ACFTA ini. Memang, dari bea masuk yang di-nolpersen-kan, pemerintah akan kehilangan sekira Rp3 triliun-Rp4 triliun.

Akan tetapi, dari pajak pertambahan nilai yang berasal dari kontribusi pemerintah akan mendapatkan pemasukan tambahan sebesar Rp10 triliun.

Kendati demikian, secara jangka pendek pemerintah memang harus melakukan negoisasi ulang dengan China mengingat dalam enam bulan terakhir nilai tukar yuan telah mengalami depresiasi (pelemahan) terhadap rupiah sebesar 7-10 persen.

Sehingga berkonsuensi negatif terhadap harga jual produk dalam negeri. Dengan negosiasi tersebut, diharapkan daya saing produk dalam negeri terhadap prodk China akan semakin kuat. "Karena China memang mengusahakan untuk menjaga mata uangnya agar tetap rendah, untuk menjaga kinerja ekspornya," tukasnya. (ade)

sumber: www.okezone.com
 



Setiap pengambilan berita atau photo dari terkininews.com harus menuliskan sumber [terkininews.com] atau melanggar UU No.19/2002 tentang Hak Cipta
Untitled Document