Untitled Document
Untitled Document
Untitled Document
Home | Berita Photo | Bahari Kite | Artikel | Redaksi |
Untitled Document


Untitled Document
Senin, 6 September 2010 14:14
10 Ribu Pelita Hiasi Malam 7 Likur
 
Sabtu, 4 September 2010 12:05
Kejari Daik Lingga Kembali Tahan 3 Orang Tersangka
 
Kamis, 2 September 2010 20:54
KAMMI Kepri Minta Gubkepri Jadi Penengah
 
Kamis, 2 September 2010 10:36
Pajak Hiburan Turun 10 Persen
 
Rabu, 1 September 2010 11:39
Tahun ini Shalat Ied Dikantor Bupati Lingga
 
Rabu, 1 September 2010 11:27
Rekan Wartawan Keberatan Nama dan Media Dicatut
 
Sabtu, 28 Agustus 2010 14:17
Rumah Warga Batu Belubang Roboh Diterpa Badai
 
Sabtu, 28 Agustus 2010 14:03
Satu Lagi Pejabat Lingga Ditahan
 
Rabu, 25 Agustus 2010 15:45
KPU Pastikan Tolak SK Kepengurusan Parpol Yang Kadaluarsa
 
Selasa, 24 Agustus 2010 23:05
Mahasiswa Harus Bisa Menggagas Wacana Gerakan Lewat Tulisan
 
Untitled Document


Merugi Karena Waktu (Sebuah Refleksi Tahun Baru Islam 1431 Hijriah dan Tahun Baru Masehi 2010)
Kamis, 17 Desember 2009 20:04
Oleh : R. DACHRONI


Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. (QS. Al-Ashr; (103):1-3).

Tiga penggal ayat Alquran di atas telah menyindir kita semua bahwa kita adalah orang-orang yang lalai dalam menggunakan dan mengelola waktu. Terkait dengan hal ini, Rasulullah SAW pernah bersabda tentang masalah bagaimana dan hal-hal apa saja yang telah digunakan oleh kita dalam menggunakan waktu. Pertama, tentang apa yang telah kita lakukan dengan nikmat umur atau usia. Kedua, tentang masa muda. Digunakan untuk apa saja masa muda selama ini apakah digunakan untuk foya-foya atau hal-hal yang memang tidak memiliki manfaat sama sekali.

Ketiga, soal harta. Bagaimana upaya kita dalam menggunakan waktu untuk mencari rezeki menambah kas-kas harta kita. Keempat, tentang ilmu. Bagaimana kita menggunakan waktu untuk memperoleh dan menambah wawasan keilmuan kita. Subhanallah, maha suci Allah, luar biasa begitulah berharganya waktu hingga Allah SWT begitu ketat pengawasannya dan begitu ketat pula menanyakan waktu yang telah kita gunakan.

Melalui momentum peringatan tahun baru Hijriah 1431 pada Jumat (18/12) atau 1 Muharam 1431 Hijriah dan menjelang tahun baru masehi 1 Januari 2010 tak ada salahnya kita mengkaji soal waktu agar kita mudah untuk merefleksikan dua momentum ini menjadi sebuah perubahan baru bagi pribadi umat.

Sudah tentu dan lumrah, menghadapi tahun yang baru kita menginginkan perubahan yang lebih baik daripada tahun sebelumnya. Marilah kita merefleksi ulang dan mengkalkulasi waktu yang selama ini kita gunakan. Kita ambil patokan, anggaplah manusia itu meninggal dunia pada usia 50 tahun.

Selama 50 tahun ini pula marilah kita hitung secara matematisnya berapa banyak waktu yang kita luangkan untuk beraktifitas sehari-hari, refreshing, istirahat dan ibadah. Survei membuktikan waktu beraktifitas kita itu sebanyak 12 jam entah itu yang bekerja, bercinta, kuliah dan lain sebagainya.

Jika dihitung-hitung dalam 50 tahun waktu yang habis dipakai aktivitas: 18250 hari x12 jam= 219000 jam = 25 tahun. Artinya separuh usia kita dihabiskan untuk beraktifitas. Itu yang pertama. Kedua, berapa waktu yang kita habiskan untuk rileks atau santai seperti nonton tv, ngobrol-ngobrol dan bahkan ada yang melamun itu ternyata memakan waktu 4 jam. Jika dikalkulasikan waktu yang dipakai rileksasi 18250 hari x 4 jam= 73000 jam = 8 tahun.

Ditambah dengan waktu beraktifitas di atas sudah 33 tahun waktu yang kita habiskan. Nah, ini belum kita tambah dengan waktu tidur. Inilah persoalan yang ketiga.

Rata-rata manusia menghabiskan waktu tidurnnya 8 jam per hari. Jika kita kalkulasikan waktu yang habis dipakai tidur 18250 hari x 8 jam= 146000 jam=16 tahun 7 bulan. Mari kita sepakat dan kita bulatkan waktu yang kita gunakan untuk istirahat adalah 17 jam. Dengan demikian, jika waktu istirahat itu kita tambahkan dengan waktu rileksasi dan aktifitas bulatlah dia menjadi 50 tahun.

Melupakan Ibadah

Hal diatas harus segera kita sadari ternyata nyaris tidak ada waktu yang kita luangkan untuk ibadah. Padahal Allah SWT telah menjelaskan bahwa hidup ini adalah untuk menghamba hanya kepada-Nya. “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku,” (QS. Adz Dzaariyaat: 56). Barangkali kita lupa dengan tujuan hidup kita semula yaitu sukses dunia dan akhirat.

Ada capaian-capaian dan target-target dunia yang memang harus kita kejar untuk mendapatkannya, tetapi disebalik itu pula kita tidak boleh lupa bahwa ada kehidupan lain tempat kita melaporkan segala macam perbuatan ketika di dunia nanti. Akhirat. Lalu, banggakah kita dengan ibadah salat yang kita lakukan. Kalau kita mau menghitung waktu seperti di atas maka dalam waktu 50 tahun waktu yang terpakai sholat=18.250 hari x I jam =18.250 jam= 2 tahun. Hanya dua tahun.

Jika demikian, benarlah kata Allah SWT bahwa kita benar-benar berpotensi untuk dirugikan oleh waktu. Hal ini diperparah lagi dengan cara kita dalam mengelola waktu selama ini yang membuat kita melupakan aspek ibadah dalam kehidupan kita. Oke, kita sama-sama sepakat bahwa tidak hanya salat sebagai ibadah. Akan tetapi, pernahkah kita bertanya dan berpikir apakah aktivitas, rileksasi dan istirahat yang kita lakukan, kita niatkan untuk ibadah?

Jujur harus kita jawab ternyata tidak. Memang dunia telah melupakan kita.

Kenikmatannya telah melumat impian-impian terhadap alam surgawi. Seolah-olah tidak ada pertanggungjawaban pasca kita mati. Inilah yang harus kita sadari bahwa nikmat waktu yang telah Allah SWT berikan kepada umatnya harus diberdayakan semaksimal mungkin untuk ibadah kepadanya tanpa mengesampingkan kehidupan dunia. Dengan kata lain, antara dunia dan akhirat keduanya harus berimbang dan sejalan.

Namun, jika memang kita tidak mampu menyeimbangkan diantara keduanya, menurut Dr. Yusuf Qardhawi dalam buku karangannya Fiqh Prioritas, aktifitas akhiratlah yang harus diprioritaskan karena aktifitas akhirat adalah aktifitas hakiki yang diperlukan oleh umat.

Nah, melalui momentum 1 Muharam 1431 Hijriah dan tahun baru masehi 2010 nanti sudah sepantasnya kita merenung bahwa kita adalah orang-orang yang rugi karena tidak pintar mengelola waktu.

Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita dan memberikan petunjuk serta menjadikan kita orang-orang yang pintar menjaga, menghargai dan mengelola waktu. Jangan sampai kita menjadi orang-orang yang rugi. Amin.
 

Kami dari redaksi menerima kiriman artikel dari anda dan akan diseleksi sebelum dipublikasikan . Artikel yang sudah diterima redaksi sepenuhnya menjadi milik Terkininews.com. Silahkan kirim ke redaksi@terkininews.com



Senin, 6 September 2010 12:07
Melanggengkan Ibadah Setelah Ramadan

Senin, 30 Agustus 2010 14:53
Secercah Harapan Untuk Sani - Soerya

Senin, 30 Agustus 2010 10:40
Tepati Janji atau Tebar Pesona (Catatan Lepas Pasca Pelantikan Dua HMS)

Kamis, 19 Agustus 2010 21:38
Dua HMS dan Nasib Pembangunan Dompak

Kamis, 12 Agustus 2010 10:57
Essay Tentang Manusia-manusia Kecil

Selasa, 10 Agustus 2010 10:58
Rekrutmen dan Profesionalisme PNS

Sabtu, 7 Agustus 2010 11:45
Menyingkap Pentingnya Pendidikan Karakter

Kamis, 5 Agustus 2010 11:46
Menanamkan Ruh Intelektual ke Dalam OSPEK

Selasa, 3 Agustus 2010 09:30
Skandal Century yang Hilang di Telan Bumi

Selasa, 7 September 2010 21:21
Lebaran, Momentum Reformasi Akhlak (Catatan Lepas Menyambut Hari Kemenangan)

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Untitled Document