Untitled Document
Untitled Document
Untitled Document
Home | Berita Photo | Bahari Kite | Artikel | Redaksi |
Untitled Document


Untitled Document
Rabu, 8 September 2010 22:22
PKS Resmi Dukung Pasangan Nurdin-Rafiq
 
Senin, 6 September 2010 14:14
10 Ribu Pelita Hiasi Malam 7 Likur
 
Sabtu, 4 September 2010 12:05
Kejari Daik Lingga Kembali Tahan 3 Orang Tersangka
 
Kamis, 2 September 2010 20:54
KAMMI Kepri Minta Gubkepri Jadi Penengah
 
Kamis, 2 September 2010 10:36
Pajak Hiburan Turun 10 Persen
 
Rabu, 1 September 2010 11:39
Tahun ini Shalat Ied Dikantor Bupati Lingga
 
Rabu, 1 September 2010 11:27
Rekan Wartawan Keberatan Nama dan Media Dicatut
 
Sabtu, 28 Agustus 2010 14:17
Rumah Warga Batu Belubang Roboh Diterpa Badai
 
Sabtu, 28 Agustus 2010 14:03
Satu Lagi Pejabat Lingga Ditahan
 
Rabu, 25 Agustus 2010 15:45
KPU Pastikan Tolak SK Kepengurusan Parpol Yang Kadaluarsa
 
Untitled Document


PLN Dibawah Kepemimpinan Dahlan Iskan
Sabtu, 26 Desember 2009 09:02
Oleh : R. DACHRONI


Sebagian orang mungkin tercengang, bergumam dan bertanya bagaimana seorang Dahlan Iskan, mantan wartawan dan kini merupakan bosnya JPNN (Jawa Pos News Network) bisa menjadi Direktur Utama PT. PLN menggantikan Fachmi Mochtar. Tak diduga dan tak disangka-sangka.

Tapi itulah sosok Dahlan Iskan yang penulis tahu dan kenal melalui tulisan-tulisannya dan hanya sekali penulis menatapnya secara langsung ketika menghadiri lokakarya pers dan pelantikan pengurus SPS (Serikat Penerbit Suratkabar) Batam beberapa tahun yang lalu di salah satu hotel ternama di kota Batam. Sosok yang senantiasa membuat kejutan-kejutan bagi hidupnya dan bagi orang lain.

Terus terang, dipilihnya Dahlan Iskan menjadi Dirut PLN menjadi pembicaraan yang harmonis antara penulis dan Mas Sigit Rahmat (Kepala Perwakilan Batam Pos untuk Wilayah Tanjungpinang) di warung kopi depan SMAN 2 Tanjungpinang Rabu pagi (23/12).

Sebagai seorang wartawan, Mas Sigit Rahmat menyampaikan kekagumannya terhadap Dahlan Iskan yang merupakan bosnya juga itu kepada penulis.

“Wajar kalau dia itu memimpin PLN, karena dia itu kan punya PLTU di Kaltim dan itu sukses dikelolanya. Sebelum menjalani fit dan proper test dia juga meminta data-data kepada kami di Kepri untuk mengetahui masalah kelistrikan di Kepri,” kata Mas Sigit Rahmat. Ehm, saya pun tersenyum, mudah-mudahan setelah Dirut PLN yang baru ini membaca masalah kelistrikan di Kepri khususnya di Tanjungpinang kondisi krisis listrik di ibukota propinsi bisa berakhir dan tentunya daerah-daerah lain yang mengalami nasib yang serupa tentunya memiliki harapan yang sama.

Namun, persoalan tidak berhenti ketika dia teruji layak untuk memimpin PT. PLN dan dilantik. Persoalannya, cukup banyak tugas dan PR-nya sebagai Dirut PT PLN yang baru karena nyaris di setiap daerah di Indonesia mengalami krisis listrik. Sebagai seorang yang visioner dan memiliki kecerdasan otak kanan yang telah teruji, penulis yakin PLN dibawah kepemimpinan Dahlan Iskan akan tumbuh dan berkembang melayani masyarakat secara baik.

Persoalan lain, Dahlan Iskan juga harus memenuhi kebutuhan dan permintaan pasokan listrik di seluruh daerah di Indonesia yang saat ini sedang mengalami krisis yang luar biasa.

.....Pro-Kontra Terhadap Dahlan Iskan

Banyak kalangan yang tidak mempercayai kapasitas Dahlan Iskan sebagai Dirut PLN yang baru. Hal ini memunculkan pro dan kontra hingga 25 GM dari 37 GM PT. PLN mengancam melakukan aksi pengunduran. Seperti yang diberitakan harian Republika (24/12), Kontroversi terpilihnya Dahlan Iskan sebagai direktur utama PLN terus berlanjut.

Kemarin, ketika nakhoda baru perusahaan listrik plat merah itu dilantik di kantor PLN, muncul ancaman mundur 25 general manager (GM) PLN di seluruh Indonesia. Seperti yang diutarakan Ahmad Daryoko Ketua Umum Serikat Pekerja PLN, "Paling tidak, dari 37 GM seluruh Indonesia, 25 diantaranya menyatakan akan mengundurkan diri,".

Kita tentunya berharap tidak ada unsur politis terhadap aksi pengunduran tersebut, apalagi cuman sekedar gertak sambal mencari sensasi tentu hal ini sangat tidak kita harapkan.

Secara logis, tidak mungkin Dahlan Iskan dipilih kalau dia tidak memiliki kapabilitas di manejerial yang baik. Untuk mengatasi masalah listrik tentu tidak secara otomatis Dirut-nya harus orang teknis atau yang memahami arus listrik secara utuh karena persoalan yang dihadapi PLN saat ini adalah manajerial dan Dahlan Iskan adalah manajer dan pemimpin yang telah teruji mengelola beragam jenis perusahaan.

Nah, jadi untuk sementara waktu ini tak ada salahnya kalau masyarakat mempercayakan masalah PLN kepadanya. Dengan konsep pemikirannya yang radikal tentunya akan membawa perubahan yang signifikan di tubuh PLN. Namun, tentunya selain harus mengatasi masalah-masalah teknis Dahlan Iskan juga ke depan nantinya akan menghadapi tantangan internal (seperti mentalitas pegawai dan lainnya) yang justru menjadi batu sandungannya kelak.

.....Dahlan Iskan Insya Allah Bisa

Karakter Dahlan Iskan yang selalu berpikir positif, pekerja keras dan selalu memiliki gagasan dan ide-ide cemerlang membuat penulis yakin dia Insya Allah bisa mengatasi segala macam permasalahan di PLN. Apalagi dia tidak hanya memiliki modal kecap, tetapi jauh sebelum dia diuji dirinya telah memiliki konsep untuk membuat Indonesia terang-benderang bebas dari pemadaman.

Apalagi di bawah kepemimpinannya terdapat sepuluh direksi yang memiliki wilayah kerja serta pembagian kerja yang jelas. Ini tentunya akan berpengaruh pada kinerja PLN ke depan kelak. Sebagai penikmat listrik dan pengguna aliran listrik yang dialirkan oleh PLN penulis dan mungkin masyarakat secara luas berharap Dahlan Iskan mampu mewarnai PLN dengan pikiran-pikiran radikalnya. Namun, penulis juga tidak ingin PLN digiring seperti bisnis-bisnis yang dimilikinya apalagi mengarah ke privatisasi. Ayo Pak Dahlan, saya yakin bapak bisa. Bravo dan selamat untuk Pak Dahlan Iskan. *) Pimred www.terkininews.com
 

Kami dari redaksi menerima kiriman artikel dari anda dan akan diseleksi sebelum dipublikasikan . Artikel yang sudah diterima redaksi sepenuhnya menjadi milik Terkininews.com. Silahkan kirim ke redaksi@terkininews.com



Senin, 6 September 2010 12:07
Melanggengkan Ibadah Setelah Ramadan

Senin, 30 Agustus 2010 14:53
Secercah Harapan Untuk Sani - Soerya

Senin, 30 Agustus 2010 10:40
Tepati Janji atau Tebar Pesona (Catatan Lepas Pasca Pelantikan Dua HMS)

Kamis, 19 Agustus 2010 21:38
Dua HMS dan Nasib Pembangunan Dompak

Kamis, 12 Agustus 2010 10:57
Essay Tentang Manusia-manusia Kecil

Selasa, 10 Agustus 2010 10:58
Rekrutmen dan Profesionalisme PNS

Sabtu, 7 Agustus 2010 11:45
Menyingkap Pentingnya Pendidikan Karakter

Kamis, 5 Agustus 2010 11:46
Menanamkan Ruh Intelektual ke Dalam OSPEK

Selasa, 3 Agustus 2010 09:30
Skandal Century yang Hilang di Telan Bumi

Selasa, 7 September 2010 21:21
Lebaran, Momentum Reformasi Akhlak (Catatan Lepas Menyambut Hari Kemenangan)

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Untitled Document