Petani Kerambah Resah, Ikan Mati karena Limbah
LINGGA - Petani kerambah ikan yang ada di Desa Penuba kecamatan Lingga resah karena ikan peliharaan mereka dalam beberapa hari ini sering mati dan ini menyebabkan kerugian jutaan rupiah. Kejadian ini belum pernah terjadi sebelum adanya penambangan
LINGGA - Petani kerambah ikan yang ada di Desa Penuba kecamatan Lingga resah karena ikan peliharaan mereka dalam beberapa hari ini sering mati dan ini menyebabkan kerugian jutaan rupiah. Kejadian ini belum pernah terjadi sebelum adanya penambangan bauksit yang ada di pulau seberang kerambah.
Ibrahim salah seorang petani kerambah ikan kerapu yang ada di Desa Penuba hanya bisa pasrah dengan keadaan ketika beberapa hari ini banyak ikan kerapu peliharaannya mati hingga belasan ekor dalam seharinya.
Ketika ditemui terkininews.com di dikerambahnya bapak separuh baya ini menuturkan " kami disini sekarang pasrah saja karena ikan-ikan kami banyak yang mati mendadak. Kami juga belum bisa memastikan kematian ikan-ikan ini akibat limbah atau apa. Tapi yang jelas kejadian ini belum pernah terjadi sebelum masuknya PT pembambang bauksit ke tempat kami, apalagi jaraknya dekat sekali. Pulaunya itu ada di depan sekitar jarak 400 meter dari kerambah kami,"ungkap Pak Rahim panggilan akrabnya.
Kerambah yang ada di sekitar ini ada sekitar 15 kerambah dan semunyanya kena masalah yang sama. Pera petani kerambah ikan kerapu ini rata-rata memelihara ikan kerapu sonu, kerapu nona dan kerapu tiger. Kerapu nona merupakan yang termahal perkilonya saja 70 dolar Singapura.

