Membantah Mitos Etnisitas dalam Jiwa Pedagang (2)
TANJUNGPINANG -Berdagang itu bakat atau bukan. Ternyata jawabannya bukan bakat, tetapi semua orang bisa jadi pedagang dan Melayu yang identik dengan Islam memang sudah semestinya menjadi pedagang.
TANJUNGPINANG -Berdagang itu bakat atau bukan. Ternyata jawabannya bukan bakat, tetapi semua orang bisa jadi pedagang dan Melayu yang identik dengan Islam memang sudah semestinya menjadi pedagang.
Selama ini, persoalan kesuksesan pedagang Melayu relatif ditutup-tutupi dan tidak pernah diulas secara mendalam sehingga menguburkan fakta sejarah betapa heroiknya orang Melayu dalam kancah perdagangan internasional.
Stigma etnisitas ternyata telah mengubah mentalitas masyarakat Melayu kekinian. Menjadi tersudutkan bahkan ironisnya persepsi menjadi pelayan masyarakat jauh lebih mulia daripada menjadi pedagang juga telah membuat "budak" Melayu merelakan peluang untuk menjadi pengusaha kepada orang lain. Seoalah-olah pedagang adalah milik etnis tertentu padahal tidak.
Kembali ke soal bakat tadi, Herry Putra pegiat pengusaha di Tanjungpinang kepada terkininews.com mengungkapkan jadi pedagang atau pengusaha itu bukan bakat.
"Siapa bilang orang Cina itu memang berbakat menjadi pedagang? Dengan tegas dia mengatakan tidak. Toh, di Cina dia lihat sendiri tidak semua masyarakatnya menjadi pedagang," kata Herry Putra.
Soal usaha dan dunia berdagang harus kita ketahui terlebih dahulu trik dan tips untuk menyebur di dalamnya. Jangan asal cebur nanti tak timbul-timbul. Kan berabe. "Yang penting, ada niat, ada usaha dan tak lupa berdoa," tutup "suhu" saya. (habis)

