Keluarga Pimred Terkininews.com Diteror

Diterbitkan oleh Redaksi pada Kamis, 14 Januari 2010 00:00 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 909 kali ditampilkan

TANJUNGPINANG -Keluarga Pimred terkininews.com, R. Dachroni nyaris tertipu oleh sindikat penipuan karena dirinya dikabarkan kecelakaan parah dan harus dioperasi karena kepalanya pecah. Kepada keluarganya, sindikat penipu itu meminta Rp 22 jt untuk
TANJUNGPINANG -Keluarga Pimred terkininews.com, R. Dachroni nyaris tertipu oleh sindikat penipuan karena dirinya dikabarkan kecelakaan parah dan harus dioperasi karena kepalanya pecah. Kepada keluarganya, sindikat penipu itu meminta Rp 22 jt untuk biaya rumah sakit di UGD RSUD Tanjungpinang.

Kepada wartawan Donny, demikian sapaan akrab mantan Presiden BEM STISIPOL Raja Haji ini mengungkapkan peristiwa itu terjadi Rabu (tepat pukul 20.30 saat dia tengah bertemu dengan Sekjend Afiliasi TV Lokal Indonesia, Yusron Aminullah di Hotel Kaputra.

Saat itu, keluarganya ditelepon oleh sindikat penipu dan menanyakan nomor handphonenya. Dalam waktu yang bersamaan, sindikat penipu yang telah mendapatkan nomor handphone Donny, langsung menelepon Donny dan mengaku dari staff Kadiv Humas Polri yang sedang melacak bandar narkoba terbesar di Indonesia dan sedang melacaknya melalui sinyal handphone. Kepada Donny sindikat penipu itu mengatakan untuk mematikan handphonenya selama 20 menit.

"Saya memang tidak percaya dengan apa yang mereka sampaikan, namun dalam pikiran saya toh tidak ada ruginya kalau saya mematikan handphone kebetulan saya juga sedang serius bicara dengan tamu dari Surabaya," kata Dachroni.

Akan tetapi, dia menambahkan, dalam waktu 20 menit itu sindikat penipuan itu kembali menelopon keluarganya. "Anak bapak kecelakaan parah, kepalanya pecah dan dirawat di UGD RSUD Tanjungpinang," ujar Donny menirukan nada sindikat penipu itu.

Oleh sindikat penipu itu, keluarga Donny dimintai dana Rp 22 jt untuk ditransfer malam itu juga. Namun sayang, belum sempat di transfer niat untuk menipu itu telah terendus oleh keluarganya dan pada akhirnya tepat pukul 20.50 Donny menyalakan handphone dan langsung di hubungi oleh kawan terdekatnya, sesama aktivis KOK bahwa keluarganya di rumah sudah cemas. "Mungkin cukuplah peristiwa ini terjadi sama saya dan keluarga, masyarakat harus berhati-hati dan untuk mengoptimalkan kekuatan pikiran kanan dan positifnya sehingga tidak mudah panik sehingga jika panik jelas mudah dipengaruhi oleh orang-orang yang hendak berbuat jahat," tutup konsultan dan trainer entreuprenuer express school (EXPERT) Tanjungpinang ini.