Prof. DR. Elfindri, SE, MA. Soft Skill Itu Penting

Ahad, 14 Maret 2010 00:00 WIB
1568x ditampilkan Profil

"Saat ini, boleh dikatakan anak bangsa kehilangan karakternya. Banyak yang ikut-ikutan dan sepertinya belum memiliki tujuan hidup yang jelas untuk apa dan bagaimana kelanjutan hidupnya."
Saat ini, boleh dikatakan anak bangsa kehilangan karakternya. Banyak yang ikut-ikutan dan sepertinya belum memiliki tujuan hidup yang jelas untuk apa dan bagaimana kelanjutan hidupnya.

Inilah kemudian yang mendorong Prof. Elfindri, SE, MA, Ketua Kopertis Wilayah X untuk menulis buku tentang peranan soft skill dan mengampanyekannya dalam setiap orasi ilmiahnya dan kegiatan-kegiatan seminar.

Menurutnya, banyak dimensi-dimensi pendidikan yang mesti dipelajari, sekalipun manusia memiliki keterbatasan, maka tidaklah benar ketika manuasia menganggap proses pendidikan yang dijalani cukup hanya sekedar untuk mengecap jenjang pendidikan tertentu.

Aspek pendidikan itu pada prinsipnya memiliki tiga hal yaitu kognitif, psikomotor dan afektif. "Selama ini secara sadar atau tidak, kita telah terjebak dalam ranah atau aspek kognitif saja," kata Elfindri.

Menurutnya, dengan sistem pendidikan yang ada masyarakat dan anak bangsa ini lupa untuk memaksimalkan peran otak kanannya yang menunjang keterampilan atau soft skill yang saya maksud yaitu memiliki keterampilan dan daya kreatifitas yang tinggi.

"Aspek kognitif itu hanya melahirkan pemahaman keilmuan dengan bidang yang sedang dipelajari. Aspek psikomotoriklah yang akan meningkatkan keterampilan. Jadi pada prinsipnya pendidikan tidak boleh melupakan ketiga aspek tersebut," ujarnya.

Lalu, apa itu soft skill? Menurut Elfindri, soft skill adalah keterampilan dan kecakapan hidup, baik untuk sendiri, berkelompok atau bermasyarakat serta dengan sang pencipta.

"Dengan memiliki soft skill membuat keberadaan seseorang akan semakin erasa di tengah masyarakat. Keterampilan akan berkomunikasi, keterampilan emosional, keterampilan berbahasa, keterampilan berkelompok, memiliki etika dan moral, santun dan keterampilan spritual," ujar Elfindri menegaskan defenisi soft skill yang dirinya maksud.