Desa Penuba Bakal Bangun SMA atas Swadaya Masyarakat

Diterbitkan oleh pada Jumat, 9 April 2010 00:00 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 945 kali ditampilkan

LINGGA - Mungkin inilah yang patut dicontoh oleh desa ditempat lain, masyarakat desa Penuba dan Tanjung Dua berencana membangun Sekolah Menengah Atas (SMA) di Penuba secara swadaya karena risaunya banyak pelajar yang tamat SMP di sana harus melanju
LINGGA - Mungkin inilah yang patut dicontoh oleh desa ditempat lain, masyarakat desa Penuba dan Tanjung Dua berencana membangun Sekolah Menengah Atas (SMA) di Penuba secara swadaya karena risaunya banyak pelajar yang tamat SMP di sana harus melanjutkan jauh ketempat lain. Pembangunan SMA atas swadaya masyarakat ini akan dibangun dalam waktu dekat.

Rapat rutin yang telah dilakukan oleh perangkat desa Penuba dan Tanjung dua beserta unsur desa dan tokoh masyarakat maka telah menyepakati akan membangun SMA sendiri di Penuba untuk menampung siswa-siswi yang telah tamat SMP tidak harus jauh-jauh lagi melanjutkan ketempat lain tapi sudah bisa dikampung sendiri. Bahkan banyak siswa-siswi yang tidak melanjutkan sekolah karena jauh dan masalah biaya.

Drs.Zakaria sebagai anggota DPRD Lingga yang memang berdomisili di Penuba mengatakan kepada terkininews.com " Dalam waktu dekat kita akan bangun SMA di Penuba atas swadaya masyarakat daerah sini dan tahun ini kita sudah bisa menerima siswa baru tapi untuk lokalnya mungkin kita akan menumpang dulu di SMPN 1 yang ada di Penuba ini. Mengenai sumber daya manusianya InsyaAllah kami sudah mempersiapkan dan sekolah ini nantinya akan berdiri atas nama yayasan, tapi untuk nama yayasannya masih dicari nama yang tepat sebelum ke akta notaris," papar Zakaria.

Sementara itu kepala desa Penuba Dwi Abdi juga menyampaikan kalau SMA ini dibangun atas swadaya masyarakat dan nanti untuk operasionalnya kita sudah mempunyai donatur tetap dari 4 perusahaan bauksit dan bijih besi yang ada di daerah kami. 4 perusahaan itu nantinya akan kita undang untuk mendengar persentasi kami mengenai sekolah ini dan kami sudah sepakat bagi 4 perusahaan itu ya minimal untuk tahap pembangunan awal ini mereka kami harap bisa menyumbang minimal Rp.100 juta per perusahaan. Rencana awal kami ini akan membangun 2 lokal duluan sehingga membutuhkan biaya besar. Tapi saya rasa perusahaan tidak akan keberatanlah karena selama ini mereka sudah berapa ratus miliar mengeruk hasil dari daerah kami, masa untuk membangun sekolah ini mereka tidak bisa mengeluarkan biaya segitu saja jelas Dwi Abdi.

SMA ini nantinya juga akan melibatkan pengusaha-pengusaha asal desa Penuba dan sekitarnya untuk menjadi donatur dan kita sudah catat orang-orang yang siap membantu kami untuk membangun SMA ini baik secara finasial atau sumber daya manusia. Selain dari swadaya masyarakat, nantinya saya juga akan meminta dinas pendidikan untuk turut serta membantu SMA yang sudah kami canangkan ini tambah Zakaria.

Desa penuba dan Tanjung Dua memang memiliki jumlah penduduk yang cukup banyak yakni diatas 2000an orang. Kedua desa ini juga yang memiliki banyak perusahaan tambang yang mengeruk daerah mereka sehingga ada satu pulau yang sudah rata karena dikikis habis oleh perusahaan tambang tersebut. Tapi ironisnya masyarakat setempat tidak hidup berkecukupan sebagaimana banyaknya sumber daya alam yang telah mereka miliki yang ternyata tidak bisa dinikmati. Semoga perusahaan mau memberikan perhatian penuh atas pembangunan SMA ini dengan menanggung semua biaya pembangunan dan operasional mereka nantinya. ***