LAM Kepri Diminta Berkontribusi Lebih
TANJUNGPINANG -Eksistensi Melayu masa kini sangat tergantung dengan lembaga yang ada dan memiliki semangat untuk mengembangkan budaya Melayu di daerahnya. Itulah sebabnya, dibentuklah LAM sebagai wadah pengembangan budaya Melayu tersebut.
TANJUNGPINANG -Eksistensi Melayu masa kini sangat tergantung dengan lembaga yang ada dan memiliki semangat untuk mengembangkan budaya Melayu di daerahnya. Itulah sebabnya, dibentuklah LAM sebagai wadah pengembangan budaya Melayu tersebut.
Hanya saja sangat disayangkan, peran tersebut belum dirasakan oleh masyarakat banyak. Masyarakat di Kepri kebanyakan belum melihat kerja lembaga adat ini dalam menumbuhkembangkan budaya Melayu di Kepulauan Riau.
Hal ini dikritisi, Ruslan seorang warga di Daek Lingga kepada terkininews.com. Sebagai daerah atau kawasan bunda tanah Melayu dirinya berkeberatan dengan eksistensi LAM Kepri saat ini.
"Minim kegiatan dan rasanya belum berbuat apa-apa," kata Ruslan. Kendati demikian, hal tersebut dibantah Abdul Razak ketua LAM Kepulauan Riau.
Menurutnya, LAM Kepri sudah berupaya membakukan beberapa tradisi lama Melayu dan siap disosialisasikan seperti baju kurung Melayu, tari persembahan dan tepuk tepung tawar yang sebenarnya bagaimana.
"Kita sudah membakukan itu semua tinggal disosialisasikan saja kok," kata Abdul Razak ketua LAM Kepulauan Riau.

