Masyarakat Koalisi Mas Perak Tuntut Pilkada Ulang di Kepri
BATAM - Dengan banyaknya kecurangan yang dinilai sangat fatal Koalisi Mas Perak yang merupakan gabungan 14 Partai pengusung Aida Ismeth -Eddy Widjaya mendesak agar di lakukan perbaikan sistem pengelolaan pemilihan yang tepat dan hasil pilkada Guber
BATAM - Dengan banyaknya kecurangan yang dinilai sangat fatal Koalisi Mas Perak yang merupakan gabungan 14 Partai pengusung Aida Ismeth -Eddy Widjaya mendesak agar di lakukan perbaikan sistem pengelolaan pemilihan yang tepat dan hasil pilkada Gubernur 2010 ini dinilai cacat hukum.
"Kami mendesak Pilkada ulang, mekanisme hukum akan kita tempuh, karena yang kami tuntut bukan kalah menangnya. Tapi keadilan bagi masyarakat Indonesia untuk mendapatkannya,"Tegas Joler Sitorus, Ketua DPW PPRN kepada wartawan di Batam.
Menurut Joler, pihaknya telah menginventarisir daftar pelanggaran baik adminisgrasi dan upaya kecurangan yang dilakukan. Kini, KOalisi Mas Perak masih
menunggu hasil pleno pihak Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Provinsi Kepri terhadap temuan yang telah dilaporkan.
"Ini kesalahan fatal dan tidak bisa dianggap main-main," tukas Joler lagi.
Sebelumnya, Ibrahim Weto telah membuka daftar pelanggaran yang dinilai sangat fatal seperti, ditemukannya kertas suara sebanyak 50 lembar di pelataran parkir hotel Planet Holiday, Batam dan ditangkapnya pemilih susupan (pemilih bodong) yang jelas-jelas tidak memiliki KTP Batam, Kartu Pemilih dan undangan dari KPPS, tapi bisa memilih.
"Kalau itu jelas, dan kita ada bukti rekamannya," katanya.

