Jaga Iklim Bisnis, BI Batam Batasi Jumlah BPR

Diterbitkan oleh Redaksi pada Rabu, 9 Juni 2010 00:00 WIB dengan kategori Kepri Terkini dan sudah 1.763 kali ditampilkan

BATAM - Kantor Bank Indonesia Batam memberlakukan pembatasan terhadap jumlah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang beroperasi di Batam.
BATAM - Kantor Bank Indonesia Batam memberlakukan pembatasan terhadap jumlah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang beroperasi di Batam.

Kepala Kantor Bank Indonesia Batam, Elang Tri Praptomo di sela-sela peresmian BPR Dana Mulia pada Rabu (9/6) kemarin mengatakan jumlah ideal BPR yang beroperasi menurutnya hanya 30 BPR saja.

"Dan saat ini jumlahnya sudah mencapai 27 BPR termasuk BPR Dana Mulia yang baru saja diresmikan operasionalnya ini," Kata Elang kepada wartawan.

Sedangkan jumlah total BPR yang beroperasi di Kepri termasuk Lingga, Karimun dan Tanjungpinang saat ini sebanyak 37 BPR dan 87 persen diantaranya beroperasi di Batam.

Elang juga mengungkapkan pertumbuhan BPRS saat ini termasuk meningkat. Dirinya mencatat, per April 2010 ini pertumbuhan BPR mencapai 24 persen dan berhasil 'mengalahkan' bank umum dari sisi operasional.

Pada Desember 2009, volume usaha Bank umum berada di kisaran Rp21,571 triliun namun angka itu mengalami penurunan pada April 2010 dimana hanya tercatat sekitar Rp21,452 triliun saja. Perkembangan menggembirakan justru ditunjukkan oleh BPR dimana pada Desember 2009 hanya memiliki volume usaha sebesar Rp1,515 tirliun menjadi Rp1,813 triliun pada April 2010 atau mengalami peningkatan sebesar 19,65 persen.

Namun Elang juga menyayangkan, pertumbuhan BPR tersebut ternyata juga dibarengi dengan meningkatnya Non Performing Loan (NPL) atau tingkat kredit macet dari 0,9 persen menjadi 1,27 persen.

"Namun kita akan tetap tekan angka NPL tersebut dan peningkatan itu lebih disebabkan oleh kondisi ekonomi yang belum stabil. Namun saya juga menilai kondisi BPR saat ini masih cukup sehat," tutur Elang.

Di tengah pertumbuhan BPR yang begitu pesat, Elang juga menyarankan agar BPR juga dapat mendukung bisnis inti yang biasanya juga dimiliki oleh pemilik BPR seperti halnya BPR Dana Mulia yang dimiliki oleh Mulia Pamadi, bos Mulia Batindo.

Saran dari Elang juga diamini oleh Komisaris Utama BPR Dana Mulia, Mulia Pamadi. Dirinya mengatakan keberadaan dari BPR-nya selain memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mencari kucuran kredit, juga difokuskan untuk memperkuat sektor UMKM yang selama ini mendukung bisnis inti yang ia kelola yakni sektor properti.

"Kami juga memberikan dukungan kredit bagi UMKM yang bergerak sebagai pendukung sektor properti seperti usaha kusen, batako maupun yang lainnyaa", ujar Mulia yang didampingi Direktur Utama BPR Dana Mulia, Dani Tantulus.

Operasionalisasi BPR Dana Mulia sendiri secara resmi ditandai pengguntingan pita oleh Sekretaris Daerah Kota Batam, Agussahiman mewakili Walikota Batam Ahmad Dahlan.