Rendra Sehtyadiharja: Ingin Gurindam Mutiara Hidup Diseminarkan di Negeri Tetangga

Diterbitkan oleh Shofi pada Senin, 21 Juni 2010 00:00 WIB dengan kategori Profil dan sudah 1.102 kali ditampilkan

Selama ini, ketika berbicara tentang Gurindam maka yang terlintas di dalam pikiran kita adalah Raja Ali Haji.
Selama ini, ketika berbicara tentang Gurindam maka yang terlintas di dalam pikiran kita adalah Raja Ali Haji. Mengapa? Karena memang sejak Raja Ali Haji menyelesaikan Gurindam Dua Belas pada 1846 Masehi dan diterbitkan pada 1854 Masehi, nyaris tidak adalagi karya fenomenal sastra Melayu klasik selain Gurindam Dua Belas karangan Raja Ali Haji.

Sepertinya inilah yang ingin disampaikan Rendra Setyadiharja melalui karya Gurindam Mutiara Hidup yang telah selesai digarapnya dan diterbitkan oleh STISIPOL Press pada awal bulan Juni. Menurutnya, karya budaya berupa gurindam harus diresapi dan tradisi untuk menulisnya kembali perlu digelorakan apalagi Tanjungpinang merupakan kota Gurindam dan dia juga menginginkan karyanya dapat diseminarkan di negeri tetangga.

"Gurindam itu adalah karya sastra yang perlu ditradisikan dan saya telah menuangkannya dalam bentuk buku yang saya beri judul Gurindam Mutiara Hidup. Saya ingin buah pena saya ini diseminarkan di negeri tetangga. Selain itu, kita kan selama ini hanya membacanya tapi belum mencoba untuk menuliskannya" kata Rendra Setyadiharja.

Sementara itu, terpisah, Raja Dachroni yang juga manajer marketing STISIPOL Press mengungkapkan karya Gurindam Mutiara Hidup ini akan diseminarkan dan dibedah. "Kita berharap melalui karya ini akan muncul karya gurindam-gurindam berikutnya, sehingga ini juga menjadi upaya untuk mempromosikan kota Tanjungpinang sebagai kota budaya," kata Dachroni.

Saat ini, dirinya sedang mengupayakan mempromosikan karya tersebut di negeri tetangga seperti Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura sebagai negara yang masih serumpun dan bertalian dengan dunia Melayu. Karya ini juga mendapatkan respons yang cukup posifit masyarakat Tanjungpinang terbukti dengan banyak yang memesannya sebelum terbit.

Rendra Setyadiharja: Mahasiswa Semester Akhir Jurusan Ilmu Pemerintahan STISIPOL Raja Haji (Penulis Gurindam Mutiara Hidup)