Diselesaikan Tukar Guling, Kapolda Minta Ormas se-Kepri Sikapi dengan Tenang
TANJUNGPINANG -Penangkapan tiga PNS DKP Kota Batam oleh kepolisian Malaysia telah membuat luka mendalam masyarakat Indonesia. Namun, penyelesaiannya mereka ditukar dengan tujuh nelayan Malaysia yang ditangkap oleh pegawai DKP yang sedang menggelar
TANJUNGPINANG -Penangkapan tiga PNS DKP Kota Batam oleh kepolisian Malaysia telah membuat luka mendalam masyarakat Indonesia. Namun, penyelesaiannya mereka ditukar dengan tujuh nelayan Malaysia yang ditangkap oleh pegawai DKP yang sedang menggelar patroli beberapa hari yang lalu.
Hal ini membuat Kapolda Kepri, Pudji Hartanto mengumpulkan semua ormas dan gerakan mahasiswa se-Kepulauan Riau untuk tidak melakukan perbuatan yang sifatnya anarkis agar keamanan dan kestabilan ibukota propinsi Kepulauan Riau, Tanjungpinang bisa terjaga.
Pertemuan yang berlangsung di Gedung Rupatama Polresta Tajungpinang pada Rabu (18/08/10). Menurutnya, jangan sampai ada tindakan-tindakan yang bisa merusak citra keamanan di ranah Melayu Kepulauan Riau dengan aksi-aksi demontrasi yang sifatnya merusak hubungan kedua belah negara.
"Apalagi kita mengetahui kita ini serumpun dengan Malaysia, jadi maksud saya mengumpulkan organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan adalah untuk menjaga stabilitas keamanan," kata Pudji Harmanto kepada wartawan.
Selain Kapolda Pudji Hartanto, hadir juga dalam dialog ringkas antara Ormas itu, Walikota Tanjungpinang Dra. Hj Suryatati A. Manan, Ketua DPRD Tanjungpinang, Suparno dan Kapolres Tanjungpinang Djoko Rudi.

