Mahasiswa Minta Gubkepri Tolak Pemilukada Langsung
TANJUNGPINANG (Terkininews.com) - Kelompok mahasiwa yang tergabung dalam Lingkaran Pergerakan Anak Kepulauan Riau (Lapak) sempat menerjang dan mendorong pagar depan halaman Gedung Daerah Kepri karena merasa sulitnya menjumpai Gubernur Kepri, HM Sani untuk menyampaikan pernyataan sikap menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Pilkada secara tidak langsung.
TANJUNGPINANG (Terkininews.com) - Kelompok mahasiwa yang tergabung dalam Lingkaran Pergerakan Anak Kepulauan Riau (Lapak) sempat menerjang dan mendorong pagar depan halaman Gedung Daerah Kepri karena merasa sulitnya menjumpai Gubernur Kepri, HM Sani untuk menyampaikan pernyataan sikap menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Pilkada secara tidak langsung.
"Kami ingin menjumpai Gubernur Kepri meminta agar Provinsi Kepri menolak RUU Pilkada secara tidak langsung," kata anggota Lapak, Juandi dalam orasinya, Jumat.
Kekesalan para mahasiswa gabungan di Tanjungpinang tersebut disampaikan juga koordinator aksi Lapak, Khairun, karena selain sulitnya menyampaikan aspirasi langsung kepada gubernur juga, seandainya RUU Pilkada disahkan maka itu memperkosa demokrasi.
"Kami menolak rancangan UU Pilkada secara tidak langsung dengan alasan RUU Pilkada itu memperkosa demokrasi yang berdampak kepada masyarakat nantinya," kata Khairun di halaman luar Gedung Daerah.
Menurutnya, kesalahan di negara ini dilakukan oleh para anggota dewan.
"Dalam praktiknya nanti, juga akan meningkatkan money politik. Karena anggota dewan pasti menpetakan 'berapa' untuk 1 dewan," katanya pada Antara.
*http://kepri.antaranews.com/berita/30534/mahasiswa-kepri-tolak-pilkada-perwakilan

