Bupati Sidak RSUD Sekaligus Tinjau Pasien DBD

Diterbitkan oleh pada Rabu, 28 Januari 2015 21:03 WIB dengan kategori Karimun dan sudah 1.018 kali ditampilkan

KARIMUN - Bupati Karimun Nurdin Basirun kembali berkunjung secara tiba-tiba di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karimun pada Rabu (28/1) sore.

 

Inspensi mendadak (sidak) ini dilakukan untuk mengecek pelayanan RSUD Karimun pada sore hari. Dalam sidak tersebut, Nurdin didampingi oleh Sekda Karimun Arif Fadillah untuk melihat sendiri bagaimana kondisi pelayanan di rumah sakit plat merah ini.

 

Dalam kunjungannnya ia mengatakan kebutuhan pelayanan kesehatan dewasa ini semakin meningkat, bahkan pasien dari luar Kabupaten Karimun pun berobat ke RSUD Karimun. "Bukan saya tidak percaya, kan kita lihat pelayanan pagi dengan sore pasti beda, makanya saya perlu lihat apa yang perlu dibenahi." ujarnya.

 

Kendati sudah merasa ada perubahan yang signifikan pasca sidak beberapa waktu yang lalu, ia juga yakin kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di Karimun sudah mulai tinggi.

 

Dalam kesempatan yang sama, ia mengecek langsung ke lantai tiga RSUD tempat dimana terdapat banyak pasien Demam Berdarah Dengue. Dewasa ini penderita DBD di Kabupaten Karimun mulai meningkat. Per Januari 2015 sudah terdapat 9 pasien penderita DBD yang ditangani. Dan berdasarkan data dari Dinas Kesehatan saat ini kasus DBD sudah tercatat mencapai 21 kasus.

 

Menanggapi hal ini Nurdin menyatakan akan meninjau ke lokasi-lokasi kasus DBD. "Rencananya besok saya tinjauan lokasi yang ada kasus DBD, sekaligus bawa dinas terkait untuk melakukan tindakan. Saya berpesan ke semua masyarakat jaga kebersihan dan laksanakan prilaku hidup bersih dan sehat." tandasnya.

 

Sementara itu Direktur RSUD Agung Martyarto mengatakan akan terus berusaha untuk menyembuhkan pasien-pasien yang terkena DBD. "Yang pasti dibackup dari RSUD konsentrasi ke teknis pelayanan, kami harus menyembuhkan jangan sampai gred DBD meningkat." ujar Agung.

 

Selain menjenguk pasien DBD di lantai tiga, Nurdin Basirun juga turut menemukan seorang pasien anak-anak yang menderita gizi buruk berumur 10 tahun. Dan saat itu juga ia meminta instansi terkait segera menangani kasus tersebut dengan serius.