Warga Keturunan Tionghoa Daik Minta Polisi Usut Perusakan Makam Leluhurnya

Kamis, 9 April 2015 14:02 WIB
1805x ditampilkan Lingga

LINGGA - Karena tidak terima atas pengrusakan makam leluhurnya. Persatuan warga Thiong Hua Daik turun beramai-ramai mendatangi kantor Polsek Daik Lingga melaporkan pengrusakan tersebut.


 

Warga keturunan ini juga mengutuk keras terhadap pengrusakan makam leluhur mereka di lokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU), Bukit Cening, desa Merawang.


 

"Kami warga Thiong Hua, mengutuk perbuatan tercela ini. Kami minta ini di usut secara hukum," ungkap Atoy, salah seorang warga yang melapor di Polsek Daik, Kamis (9/4) pagi.


 

Atoy mengatakan, pengrusakan makam oleh oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut diketahuinya pada 31 Maret 2015 lalu. Saat itu warga Thiong Hua melakukan sembayang kubur. Makam milik Lee Ui Hiang, leluhur mereka yang meninggal di Daik pada tahun 1925 telah dirusak dengan dibangun batas parit pembatas tepat didepan makan dan merusak lantai makam.


 

"Kami sudah laporkan pengrusakan ini ke Polsek Daik Lingga," tegas Atoy lagi.


 

Sebelum hal ini sampai ke Polsek dan menjadi sebuah laporan hukum, dikatakan Atoy, persatuan warga Thiong Hua Daik Lingga juga telah mengajak pihak desa bermusyawarah. Sebab, tanah TPU Thiong Hua tersebut sebagian besar telah dijual oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, sehingga hal ini terjadi. Namun, musyawarah yang berlangsung tidak berjalan baik dan mengarah kepada solusi.


 

"Kita sudah duduk bersama dengan desa. Camat juga ada, tapi tidak ada solusi. Akhirnya kita lanjutkan masalah ini ke Polsek Daik Lingga," jelas Atoy lagi.


 

Disampaikan Atoy, mengenai TPU tersebut, warga keturunan yang memang telah ratusan tahun di Lingga telah memiliki surat lengkap mengenai lahan. Lahan tersebut diperuntukkan sebagai TPU warga Thiong Hua sejak Lingga masih berstatus sebagai kerajaan. Tahun 1994, surat tanah di buat dan sertifikat terbit tahun 2008 lalu. Namun belakangan diketahui, sebagian tanah TPU tersebut dijual oleh oknum yang tidak bertanggung jawab kepada warga.


 

"Kami warga Thiong Hua, mengutuk perbuatan yang tercela ini. Kami juga sudah siapkan pengacara ," jelas Atoy.


 

Sementara itu, ditempat sama, Brigadir S. Budiman, pertugas Polsek Daik Lingga membenarkan adanya laporan pengrusakan makam yang dilaporkan persatuan warga Thiong Hua Daik Lingga.


"Jam 10.00 WIB, tadi laporan sudah masuk dan kita terima. Masalah ini akan kita lanjutkan," tutup Brigadir S Budiman.