Oknum PNS Lingga Minta Guru Puluhan Juta Supaya Bisa Pindah Ngajar

Diterbitkan oleh pada Kamis, 30 April 2015 06:29 WIB dengan kategori Lingga dan sudah 2.270 kali ditampilkan

LINGGA - Ada-ada saja kelakuan oknum PNS di lingkungan Pemkab Lingga yang meminta guru SD hingga 20 juta rupiah supaya bisa pindah ngajar dari kecamatan yang berbeda. Hal ini diungkapkan salah seorang teman yang enggan disebutkan namanya.

 

Apalah yang ada didalam benak 2 orang PNS yang dulunya berada di lingkungan Dinas Pendidikan,Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Lingga ini hingga berani menjanjikan kepada salah seorang perempuan guru SD untuk bisa pindah mengajar dari tempat semula ketempat tujuan yang diinginkannya dengan meminta uang sebesar 20 juta rupiah

Peristiwa ini diungkapkan salah seorang teman baik wartawan portal ini, karena sudah geram dengan kondisi yang tidak patut bagi seoarang yang PNS yang telah disumpah untuk tidak menyalahgunakan jabatannya.

Teman yang tidak mau namanya disebutkan ini menuturkan " Kemarin ada 2 orang PNS yang dulunya dinas di Disdikpora namun sekarang sudah pindah kantor, datang ke orang terdekat saya menawarkan untuk bisa pindah mengajar dari tempat asal ketempat tujuan yang lebih dekat dengan keluarganya tapi harus menyiapkan uang 20 juta rupiah, padahal 2 orang PNS itu adalah teman baik orang terdekat saya itu bang", ungkapnya kesal.

"Dulu pernah juga sebelum isu-isu mutasi guru sekitar setahun yang lalu, hal yang sama juga terjadi ada tawaran menyerahkan uang tapi tidak sebanyak permintaan seperti sekarang ini, cukup 5 juta saja supaya bisa pindah, tapi orang terdekat saya itu tidak mau karena yang menawarkan untuk bisa pindah itu statusnya malahan bukan PNS yang mempunyai jabatan melainkan cuma honor saja sudah berani meminta uang tarif untuk perpindahan guru-guru", lanjutnya bercerita.

Isu mutasi guru-guru ini memang sudah santer terdengar dalam beberapa bulan ini untuk penyegaran tempat mengajar, setelah mutasi kepala sekolah sekitar sebulan yang lalu di lingkungan Disdikpora Lingga. Mutasi ini memang menjadi harapan para guru-guru untuk bisa mengajar sesuai kampung halamannya atau ditempat yang lebih dekat dengan keluarganya, sehingga berbagai cara mereka lakukan supaya bisa mendapatkan tujuan itu.

Memang banyak kisah yang terungkap terkait mutasi ini, baik kemarin yang heboh dengan mutasi antar kabupaten,sehingga ini menjadi ladang bagi oknum-oknum yang mempunyai jabatan mengambil kesempatan atas kemauan dari PNS yang mau pindah itu dengan menghalalkan berbagai cara. Banyak cara juga ditempuh seperti ada yang langsung melobi Bupati, anggota DPRD, Sekda dan malahan juga ada yang memanfaatkan kekuatan dan kedekatan dengan aparat penegak hukum untuk bisa membantu perpindahan tersebut.

Memang sudah bukan rahasia umum faktor nepotisme ini sulit untuk dihilangkan, tapi semoga ini menjadi pelajaran penting untuk kebaikan para pengayom dan pelayan masyarakat kedepan untuk tidak berbuat seperti oknum yang justru merugikan diri mereka sendiri jika ini sampai dibawa keranah hukum.

Hingga berita ini diturunkan, wartawan portal ini mencoba untuk menghubungi pejabat di Disdikpora, namun mereka belum berani memberikan komentar karena informasi seperti ini harus diperdalam lagi sebelum mengambil keputusan. ***