DPD RI: Harga Sembako Jangan Ganggu Kosentrasi Masyarakat Dalam Melaksanakan Ibadah Puasa

Rabu, 27 Mei 2015 08:44 WIB
412x ditampilkan Bisnis

Dalam waktu dekat, bulan suci Ramadan akan datang. Namun harga-harga di pasaran sudah merangkak naik.


Untuk itu Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mendesak agar pemerintah segera merampungkan peraturan atau payung hukum tentang pengendalian harga kebutuhan pokok dan barang penting. Agar nantinya pemerintah akan memiliki wewenang untuk mengendalikan harga khususnya pada waktu-waktu tertentu.

“Jangan sampai nanti kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok menganggu konsentrasi masyarakat yang akan beribadah selama bulan Suci,” ujar Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Farouk Muhammad, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (27/5/2015).

Selain persoalan harga, DPD RI juga concern dengan persoalan stok bahan pangan selama bulan Ramadan hingga Lebaran nanti. Konsentrasi dan monitoring stok bahan pangan jangan hanya dilakukan di kota-kota besar saja, tetapi harus mencakup seluruh wilayah di Indonesia terlebih untuk komoditas pangan strategis.

Farouk mencontohkan, seperti komoditas beras. Menurutnya, pemerintah harus terbuka menginformasikan ketersediaan bahan pangan tersebut yang tersimpan di Bulog maupun memonitoring persediaan di pasaran.

Pemerintah harus memiliki data yang akurat, berapa tingkat kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan dan stok yang dimiliki.

"Kebijakan Impor beras harusnya menjadi opsi terakhir yang diambil oleh pemerintah jika terjadi kerawanan atau kurangnya pasokan beras," tutupnya.

Farouk juga mengingatkan agar pemerintah memperkuat manajemen pengelolaan dan distribusi terhadap bahan kebutuhan pokok, terutama menjelang Ramadan.