Guru TPA di Lingga Terkena Imbas Anggaran yang Defisit

Diterbitkan oleh pada Sabtu, 4 Juli 2015 20:44 WIB dengan kategori Lingga dan sudah 1.305 kali ditampilkan

LINGGA - Defisit yang terjadi di tubuh keuangan pemerintah Kabupaten Lingga, kini berimbas sampai ke insentif gaji guru taman pendidikan Al-Qur'an (TPA) yang hingga saat ini sudah 2 triwulan dari awal tahun 2015 belum juga dibayarkan.

 Akibat dari hal tersebut sepertinya visi mewujudkan Kabupaten ini menjadi Kabupaten yang agamis akan ditunda terlebih dahulu karena anggaran penunjang visi tersebut tidak keluar.


Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Lingga, Jaya Atmajaria membenarkan keterlambatan pembayaran gaji seluruh guru TPA dikabupaten Lingga. Hal ini merupakan dampak defisit anggaran pemkab. "Anggarannya tak ada. Sementara belum bisa dibayar. Untuk enam bulan kedepan, kita tidak ada lagi insentif guru TPA ini," tuturnya.


 

Dikatakannya, sebenarnya Kesra sudah anggarkan dana Rp 4 miliar untuk insentif penunjang menjadikan kabupaten Lingga ini sebagai kabupaten yang agamis. Namun, sampai saat ini dananya tidak keluar.


 

"Jadi  insentif  enam bulan kedepan tidak bisa kita bayar. Kecuali kedepan, keuangan pemkab kembali normal, gaji guru TPA ini, harus tetap kita bayar,"ungkapnya.


 

Sementara itu seorang guru TPA kepada media ini, menyayangkan kondisi defisit yang menimpa Pemkab yang menyebabkan lumpuhnya pembangunan di segala sektor, termasuk bidang keagamaan. Perhatian pemerintah terhadap pendidikan agama dirasa sangatlah penting bagi para generasi muda di Kabupaten Lingga terutama untuk membentuk karakter diri mereka yang agamis kedepannya.


Kemudian dia juga mengatakan, bukan hanya guru TPA saja yang tertunda insentifnya, namun hal serupa juga dirasakan Da'i dan penjaga mesjid. "Kita hanya bertanya. Kita juga heran, kenapa tidak ada lagi insentif untuk kita.


Berdasarkan Surat Edaran dari Pemkab Lingga tentang penghentian insentif untuk Juli sampai Desember malah duluan keluar. Sementara itu, insentif Januari sampai Juni tak kunjung cair. Kita minta, gaji Januari sampai Juni kita dibayar dulu," tuturnya.