KAMMI Desak Pemerintah Usut Aktor Intelektual di Balik Kerusuhan Tolikara Papua

Diterbitkan oleh pada Ahad, 19 Juli 2015 20:53 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 793 kali ditampilkan

JAKARTA - Kesucian hari besar umat Islam ternodai dengan adanya kerusuhan yang terjadi di Kabupaten Tolikara, Papua. Hal ini sangat menyakitkan mengingat Indonesia dikenal dengan kebebasan memeluk dan merayakan agama yang dianut sesuai Undang Undang, justru mengalami kejadian ini. Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) mengutuk kejadian ini agar tidak terulang kembali dan menyerukan keharmonisan di tanah papua dan seluruh pelosok NKRI.


 

 
Meski demikian, PP KAMMI meminta pelanggaran hukum yang terjadi harus diusut, dan HAM di tanah papua harus ditegakkan serta tangkap segera aktor intelektual di balik peristiwa kerusuhan tersebut. 

 
PP KAMMI menghimbau masyarakat, waspada terhadap provokasi.


Jangan ada yang tersulut dan memperparah suasana hingga ke berbagai daerah. Menurut Andriyana Ketua Umum PP KAMMI " Kami membaca masalah ini tidak lepas dari permainan aktor intelektual dan elit kekuasaan d Jakarta dan Papua. Kami pun mengingatkan tanggung jawab pemerintah dan aparat setempat yang seharusnya mampu melakukan tindakan pencegahan jauh - jauh hari"
 
 
"Saat ini sebagai bentuk keprihatinan, KAMMI telah menginstruksikan Tim KRC (KAMMI Reaksi Cepat) di daerah-daerah untuk bergerak melakukan penggalangan dana guna membantu pembangunan masjid saudara muslim di Tolikara lagi." Imbuhnya. 

 
Selain itu juga korps Pasukan KAMMI KOPASKAM disiapkan di seluruh komando wilayah guna menghadapi kondisi yang terburuk. "KAMMI tidak ingin keadaan memburuk terjadi, maka dari itu sesuai instruksi Ketua Umum, KAMMI mengajak seluruh umat Islam dan Kristiani saling bergotong royong menjaga kedamaian di Tolikara, Papua dan juga Indonesia." Ujar Iskandar Komandan Pusat KOPASKAM