Polisi Usut Pelajar Bintan yang Diduga Tewas Saat MOS

Selasa, 4 Agustus 2015 14:44 WIB
1167x ditampilkan Bintan

BINTAN - Dianggap tak mendidik, penggunaan atribut saat masa orientasi sekolah (MOS) dihimbau oleh Kabid Pendidikan Dasar di Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga Bintan (DISDIK) untuk tidak terlalu berlebihan. Teguran hingga sanksi keras akan diberikan kepada sekolah-sekolah yang masih menyuruh siswanya menggunakan atribut yang dinilai tak wajar saat MOS atau bahkan ditemukan praktik perpeloncoan.



 


Seolah menjadi tradisi sekolah-sekolah di Tanah Air, ajang MOS terkadang disalah gunakan menjadi ajang bullying dari kakak kelas, ke calon adik kelas baru. Latihan uji mental pun, kerap dijadikan kedok untuk menyuruh peserta didik baru  mengenakan atribut tidak wajar dan melakukan aksi perpeloncoan. Sebagai murid baru yang harus menaati peraturan. Terpaksa atau tidak, peserta didik baru akhirnya menggunakan tas kresek, topi karton, dan melakukan apa saja yang diperintahkan kakak kelasnya, termasuk hal-hal berbau negatif.

 


Hal ini ditambah lagi kabar yang mengundang perhatian Disdik Kabupaten Bintan  pasca Meninggalnya siswa SMPN 11 M. Arif Tanjunguban yang diketahui terjadi saat MOS berlangsung, menyebabkan pihak Polres dan Sekolah yang bersangkutan mengkaji lebih dalam persoalan itu.


"hasilnya lagi dalam penyelidikan. Karena selama ini himbauan kami terhadap kegiatan masa orientasi siswa (MOS) kita tidak ada kekerasan masih terkendali ," kata Sulaiman selaku Kepala Kabid Pendidikan Dasar di Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga Bintan, Selasa (08/04/2015).