Warga Batam Gelar Istighozah minta Hujan

Senin, 21 September 2015 09:48 WIB
471x ditampilkan Batam

BATAM - Bencana kekeringan yang melanda Kepri telah ditanggapi dengan cukup serius oleh Pemprov Kepri. Mulai dari menemui ketua Badan pengkajian dan Penerapan Tekhnologi (BPPT) untuk meminta hujan buatan bahkan menyurati Badan Nasional penanggulangan Bencana (BNPB).

 

Selain upaya-upaya diatas, Pemprov Kepri juga melakukan langkah pemecahan lain. Bersama Ikatan Persaudaraan Imam Masjid Kepri, Pemprov Kepri menggelar istighozah dan sholat istisqa untuk meminta hujan di masjid Agung Batam (20/9/2015). “Beberapa bulan lebih Batam kesulitan air, demikian juga di Tanjungpinang. Ini (Istighozah dan Istisqa) adalah satu langkah pemecahan” demikian yang disampaikan Agung Mulyana, salah satu pejabat Pemprov Kepri. “Bencana kekeringan ini luas se Indonesia. Mungkin sekarang kita juga dapat jatah kekeringan. Kita sudah berupaya dan saatnya meminta kepada Allah” tambah Agung.

 

Istighozah ini menghadirkan Habib Abdullah Sagaf bin Assegaf dan Habib Ali bin Assegaf dari Baitul Muhsinin Jakarta yang kemudian memimpin ratusan jamaah dari berbagai majelis di kota Batam. Selain itu juga beberapa orang penting di daerah Kepri juga turut hadir seperti Muhammad Sani, Nurdin Basirun dan Amsakar ahmad.

 

Usai memimpin istighozahm habib habib mengajak jamaah untuk intropeksi diri dan menyadari bahwa setiap masalah yang terjadi bisa jadi timbul akibat ulah manusia “mungkin kita terlalu tamak dan sombong kepada Allah SWT” ujarnya.