Timses SAH Adukan KPU Batam ke KPU Pusat
BATAM - Tim pemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kepri Soerya Respationo-Ansar Ahmad mengadukan Komisi Pemilihan Umum Batam ke KPU Pusat terkait dengan penghapusan 52.000 nama dalam Daftar Pemilih Tetap Pilkada Batam dan Kepri.
"Pagi ini Ngaliman (anggota Tim Pemenangan Soerya-Ansar-red) ke KPU Pusat di Jakarta untuk 'brainstorming' dan memberikan informasi," kata calon gubernur Kepri Soerya Respationo di Batam, Senin.
Tim juga melengkapi diri dengan data, di antaranya DPT Pemilihan Legislatif 2014, DPT Pemilihan Presiden dan DPT Pilkada 2015, yang jumlahnya selisih sekitar 52.000 dengan Pemilu Legilatif dan Presiden 2014.
Soerya mengatakan timnya melakukan advokasi untuk seluruh warga Batam yang hak pilihnya terancam. Bukan hanya karena khawatir jumlah pemilih untuk dirinya berkurang.
"Ini kontradiktif dengan sosialisasi yang dilakukan KPU agar masyarakat jangan golput dan sebagainya. Nama warga yang ada di DP4 malah dihilangkan," kata wakil Gubernur Kepri 2010-2015.
Selain ke Jakarta, Tim Soerya-Ansar juga sudah melapor ke Panwaslu, Bawaslu, dan aparat kepolisian.
"Patut diduga ada aktor intelektual di balik ini," kata dia.
Di tempat yang sama, anggota Tim Pemenangan Soerya-Ansar, Asmin Patros menyatakan upaya yang dilakukan timnya semata-mata demi menegakkan demokrasi, agar seluruh warga dapat menyalurkan hak pilihnya. Bukan demi memenangkan Soerya-Ansar semata.
"Yang kami lakukan bukan terkait siapa milih siapa, tapi mengembalikan hak warga negara. Kami tidak tahu yang 52.000 orangitu akan pilih siapa," kata dia.
Tim hanya ingin memfasilitasi hak masyarakat dalam Pilkada, jangan sampai tersingkirkan.
Pilkada Kepri diikuti dua pasangan calon gubernur-wakil gubernur, yaitu Muhammad Sani-Nurdin Basirun dengan nomor urut satu dan Soerya Respationo-Ansar Ahmad nomor urut dua.
Pasangan calon kepala daerah Muhammad Sani-Nurdin Basirun diusung Partai Demokrat, Partai Nasdem, PPP, Partai Gerindra dan PKB, sedangkan Soerya Respationo-Ansar Ahmad diusung PDIP, PAN, Partai Hanura dan PKS.
(ant)

