Jokowi Instruksikan Sejumlah Menteri Minimalisir Dampak Asap

Diterbitkan oleh pada Jumat, 23 Oktober 2015 19:53 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 776 kali ditampilkan

Pemerintah terus berupaya mengeluarkan semua sumber daya yang dimiliki untuk mengatasi atau meminimalkan dampak dari kebakaran hutan di sejumlah daerah. Untuk merealisasikannya, Presiden Joko Widodo segera mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) untuk memberikan payung hukum.


"Bapak Presiden meminta saya bersama dengan semua jajaran untuk membantu anak bangsa di manapun mereka berada," kata Menteri Koordinator Politik Hukum dan Kemanan, Luhut Binsar Panjaitan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (23/10/15).

Menurut Luhut, dalam menjalankan instruksi tersebut, dirinya akan mengumpulkan sejumlah menteri Kabinet Kerja dan sejumlah pihak terkait untuk membahasnya secara bersama-sama di Kemenko Polhukam. Di antaranya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M. Nasir, dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

"Langkah-langkah yang akan kami ambil fokus pada dua masalah, yakni penanganan api dan penanganan masalah kemanusiaan. Keduanya sudah berjalan namun akan dilakukan lebih masif lagi," jelasnya.

Luhut menambahkan, dia sudah minta Mendikbud Anies Baswedan dan Menristek M Nashir agar menghentikan pendidikan saat angka ketebalan kabut asap sudah melewati batas toleransi. Karena itu sesuai dengan arahan presiden kepada dirinya.

"Menristekdikti akan meminta Fakultas-Fakultas Kedokteran untuk ikut menangani masalah kesehatan, dan mengirimkan ahli-ahli untuk mendukung operasional alat pemurnian udara," ujarnya.

Luhut juga mengaku, menginstruksikan kepada Mensos Khofifah Indar Parawansa untuk segara melakukan langkah-langkah, terkait buffer stock, dana PSKS, BSK, serta perlengkapan seperti tenda evakuasi dan alat penyaring udara.

Selain itu, Luhut juga memberikan instruksi kepada Menteri Kesehatan Nila F Moeloek untuk mengevakuasi anak-anak atau bayi-bayi ke tempat yang aman, bila kondisi semakin buruk.

"Kami sudah memperhitungkan kemungkinan untuk menggunakan kapal perang TNI atau pun kapal PT Pelni sampai situasinya mereda," sebutnya.

Sesuai dengan arahan presiden, Luhut pun meminta Menkominfo Rudiantara untuk melakukan sosialisasi tentang semua langkah-langkah pemerintah yang dilakukan dalam menangani masalah ini, melalui jaringan TVRI, RRI, ataupun jaringan radio dan televisi swasta.

"Sesuai instruksi perintah Bapak Presiden saya minta kepada Menlu untuk melihat kemungkinan bantuan-bantuan dari luar, seperti dari Kanada karena mereka sangat berpengalaman dalam menanggulangi kebakaran," ungkapnya.***(RTC/jor)