Kabut Asap Membuat Hotel dan Restoran Merugi
PEKANBARU (RIAU) - Kabut asap tebal cukup dirasakan pelaku usaha di perhotelan dan restoran. Pasalnya, selama kabut asap, transaksi dan tingkat occupasi menurun tajam.
Dari hasil survey yang dilakukan Bank Indonesia Perwakilan Riau, terjadi penurunan omzet untuk sektor perhotelan dan restoran. Penurunan cukup signifikan.
Menurut Deputy Bank Indonesia Perwakilan Riau, Irwan Mulawarman Rabu (28/10/15, penurunan occupancy rate perhotelan di Riau mencapai angka 20% untuk hotel bintang 4 dan 5. Sementara, terjadi penurunan occupancy rate lebih dari 40% untuk hotel bintang 3 ke bawah.
Selain itu, tambahnya, juga terjadi gangguan pasokan barang-barang ke hotel (menurunnya kinerja usaha hospitality /pemasok kebutuhan hotel lebih dari 40%), termasuk kinerja hotel dan usaha turunan di tingkat Kab/Kota.
"Sedangkan menurunnya omset restoran mencapai 30%, pembelian makanan di pinggir jalan 30% dan perdagangan di pasar tradisional mencapai 40-50%," terang Irwan Mulawarman.
Hal tersebut menurutnya dikarenakan sebab utama keengganan masyarakat keluar rumah (menurunnya aktivitas masyarakat).
sementara, menurunnya omset penjualan makanan khas Riau/oleh-oleh mencapai 70-80% yang disebabkan oleh minimnya penerbangan sehingga sedikit tamu yang datang ke Pekanbaru.***(RTC/H-we)

