158 Orang Bergabung dalam Relawan Pengawasan Partisipatif di Kepri

Diterbitkan oleh pada Kamis, 3 Desember 2015 08:18 WIB dengan kategori Kepri Terkini dan sudah 419 kali ditampilkan

BATAM - Pemilihan Kepala Daerah di Provinsi Kepulauan Riau mimin relawan pengawasan partisipatif masyarakat untuk mengawasi jalannya pelaksanaan Pilkada dan perhitungan suara di Tempat Pemungutan Suara.


Ketua Bawaslu Kepri Razaki Persada di Batam Kepri, Rabu menyatakan hingga kini baru dapat mengumpulkan 158 orang relawan pengawasan partisipatif, padahal pada Pilpres 2014, Bawaslu Kepri bersama Panwaslu kabupaten kota berhasil mendapatkan sekira 5.000 orang relawan.

Menurut Razaki, sedikitnya jumlah relawan pengawasan partisipatif karena Bawaslu memang belum melakukan sosialisasi dengan gencar.

"Kami baru satu kali melakukan sosialisasi. Kemarin-kemarin kami tidak bisa melakukan sosialisasi karena keterbatasan anggaran, kami harus terapkan skala prioritas," kata dia.

Ia mengatakan anggaran dibutuhkan untuk sosialisasi merekrut relawan pengawasan partisipatif, bukan untuk membayar tenaga relawan.

"Namanya saja relawan, mereka tidak dibayar," ujarnya.

Sosialisasi perlu dilakukan demi menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mengawasi jalannya Pilkada supaya berjalan sesuai aturan.

Razaki belum dapat memastikan akan mengadakan sosialisasi pengawasan partisipatif masyarakat lagi jelang Pilkada. Karena meski kini dana untuk sosialisasi sudah ada, namun waktu pelaksanaan Pilkada semakin dekat, dan masih banyak tahapan dan agenda yang harus diselesaikan Bawaslu.

"Kami harus memakai skala prioritas," kata dia.

Sementara itu, walau jumlah relawan pengawasan partisipatif masyarakat minim, namun Razaki optimis pengawasan saat pelaksanaan Pilkada dan perhitungan suara di TPS bisa maksimal karena kini Bawaslu dilengkapi perangkat pengawas TPS. (ANT)