Ahok Tuding Oknum KPK Kriminalkan Dirinya di Kasus Lahan Sumber Waras

Diterbitkan oleh pada Jumat, 11 Desember 2015 08:43 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 754 kali ditampilkan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) batal menjadikan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, sebagai narasumber di festival Hari Anti korupsi di gedung Sabuga, Bandung pagi tadi. Dari surat yang diterimanya, pembatalan itu merupakan arahan pimpinan KPK.



Saat dikonfirmasi apakah pembatalan itu terkait kasus Sumber Waras yang tengah diusut KPK, pria akrab disapa Ahok, ini mengaku tak tahu. Dia hanya menduga ada pihak yang ingin menjatuhkannya dalma kasus dugaan mark up pembelian lahan RS Sumber Waras.

"Saya enggak tahu. Mungkin ada oknum-oknum di KPK yang ingin mengkriminalkan saya soal RS Sumber Waras," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (10/12).

Ahok merasa aneh kenapa hanya dirinya yang dibatalkan sebagai pembicara di acara itu. Lucunya, pembatalan itu karena diskusi tentang pengalaman menyusun LHKPN yang harusnya Ahok jadi pembicara tak jadi masuk di susunan acara.

"Saya jadwalnya sebagai salah satu pembicara soal apa yang DKI lakukan untuk mencegah gratifikasi, apa yang DKI lakukan supaya enggak terjadi korupsi. Kita buka semua, termasuk LHKPN. DKI adalah provinsi pertama di Indonesia yang memaksakan pejabat sampai ke eselon IV harus melaporkan LHKPN. Enggak ada (provinsi) lain yang lakukan, maka pengalaman inilah yang saya diundang untuk ceritakan. Saya juga sudah diperiksa LHKPN-nya dari tahun 1999," jelas dia.

"Nah tiba-tiba kasarnya tanda kutip, saya tidak boleh tampil. Bilangnya acara untuk membagikan pengalaman LHKPN ini dibatalkan, padahal Sudirman Said semua enggak dibatalkan," sambung Ahok.

Dia tak tahu siapa pimpinan KPK yang membatalkan dirinya menjadi narasumber. "Saya enggak tahu, tapi ada tulisan masukan dari pimpinan KPK yang saya juga enggak tahu siapa pimpinan yang mana."

Meski batal jadi pembicara, Ahok memastikan dirinya tetap mendapatkan penghargaan. "Penghargaan enggak bisa ngehindar dia," pungkasnya. (merdeka)