Panwaslu Lingga Belum Pernah Terima Laporan Resmi Pelanggaran.

Diterbitkan oleh Saiful pada Rabu, 16 Desember 2015 11:11 WIB dengan kategori Lingga dan sudah 622 kali ditampilkan

LINGGA - Beragam dugaan dan permasalahan yang timbul pasca Pilkada 9 Desember lalu, pihak Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Lingga mengaku belum pernah mendapatkan laporan resmi adanya indikasi pelanggaran dalam pelaksanaan Pilkada serentak di Kabupaten Lingga.

 

"sejauh ini belum ada laporan resmi. Pelapor baik dari tim kampanye pasangan calon (Paslon), maupun secara pribadi datang ke Panwaslu Lingga, jalan Datok Laksemana, Kampung Bugis," kata Jaswir Ketua Panwaslu Kabupaten Lingga.

 

"Ada tim kampanye paslon dan perorangan datang ke sini hanya berkonsultasi terkait dugaan money politik di Tokoli, Senayang beberapa waktu lalu. Sejauh ini, belum masuk menjadi laporan resmi, karena pelapor masih belum memiliki bukti yang kuat. Kami Panwaslu siap menerima laporan," kata jaswir lagi dengan tegas.

 

Selain itu, dikatakan Jaswir warga yang datang ada juga yang berkonsultasi soal pembagian kartu Garda Terbilang, dari salah seorang pasangan calon yang di duga juga melanggar UU KPU. Sebab, menurut informasi, paslon tersebut membagi-bagikan kartu sakti tersebut, pada saat minggu tenang.

 

"Laporan tergantung masalah dan pelanggaran. 1 minggu sejak kejadian harus di laporkan, jika tidak dianggap kadaluarsa. Laporan yang masuk, belum bisa kita terima, karena kurang alat bukti," ungkap Jaswir.

 

Sementara untuk pengawasan pelaksanaan Pilkada di Bunda Tanah Melayu, disampaikan Jaswir tidak ditemukan kendala berarti. Baik pelaksanaan di ibukota kabupaten Lingga, maupun di pulau-pulau kecil.

 

"Allhamdulillah semua lancar," tutup Jaswir.