Tak Terpilih Jadi Pimpinan KPK, Johan Budi: Ini Doa istri

Diterbitkan oleh Saiful pada Jumat, 18 Desember 2015 07:27 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 913 kali ditampilkan

ohan Budi Sapto Pribowo tak terpilih sebagai pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi periode 2015-2019. Bukannya kecewa, mantan juru bicara KPK ini malah mengucap syukur.


"Saya alhamdulillah tidak terpilih. Ini sepertinya doa istri saya terkabul," kata Johan pada saat dihubungi pada Kamis malam, 17 Desember 2015.

Johan pun menjelaskan bahwa beberapa waktu lalu istrinya menyatakan keberatan jika Johan menjabat Pemimpin KPK. Namun, dia tak menjelaskan apa alasan sang istri.

Ketika mengikuti seleksi, Johan adalah Pelaksana Tugas Wakil Ketua KPK. Jabatan itu disandang setelah Abraham Samad dan Bambang Widjojanto dinonaktifkan sebagai Ketua dan Wakil Ketua KPK karena menjadi tersangka di Mabes Polri. Ketika kisruh KPK vs Polri itu terjadi, Johan menjabat Deputi Pencegahan KPK. Jabatan deputi lepas setelah dia menjadi Pelaksana Tugas Wakil Ketua KPK.  

Johan menyatakan dirinya mendukung penuh lima pemimpin KPK terpilih. Dia berharap pimpinan KPK Jilid IV ini bisa menjaga marwah komisi antirasuah itu. "Sistem di KPK sudah jalan, tinggal melanjutkan, memang perlu ada perbaikan sana-sini. Saya yakin mereka on the track," ujarnya.

Johan masih berkantor di KPK sampai Presiden Joko Widodo melantik lima Pemimpin KPK terpilih. "Pekerjaan masih numpuk," kata Johan. Dua pelaksana tugas lainnya adalah Taufiqurrahman Ruki dan Indrianto Senoadji.

Pada Kamis malam, 17 Desember 2015, Komisi Hukum DPR memilih lima Pimpinan KPK definitif melalui mekanisme voting. Lima orang yang terpilih itu, yakni Staf Ahli Kepala Polri Inspektur Jenderal Basaria Panjaitan, mantan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Agus Rahardjo, Hakim Adhoc Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Alexander Marwatta, Staf Ahli Badan Intelijen Negara Saut Situmorang, dan Dekan Fakultas Hukum Universitas Andalas Laode Muhammade Syarief.