PDIP Inginkan JK Mundur

Senin, 21 Desember 2015 17:06 WIB
419x ditampilkan Nasional

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) diminta mundur karena menjadi sumber kegaduhan yang terjadi dalam kehidupan politik Indonesia saat ini.


Permintaan agar JK mundur disampaikan politikus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu di sela konferensi pers survei Polcomm Institute di Jakarta (Minggu, 20/12). 

Menurut Masinton, otoritas kekuasaan yang digunakan untuk kepentingan bisnis memunculkan kegaduhan. Dan episentum dari kegaduhan saat ini titik besarnya ada di JK.

Masinton mencontohkan beberapa bukti. JK misalnya membela Pelindo II ketika digeledah Bareskrim Polri. Begitu juga dengan pengadaan listrik 35 ribu megawatt yang pernah dikritik Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli.

"Dirut-nya (RJ Lino) telepon sana-sini. Yang dari Seoul (JK), nelepon supaya tidak dilanjutkan. Kabareskrim saat itu (Budi Waseso), yang copot JK juga. Menteri ESDM, JK juga," tukas Masinton.

Masinton pun mengingatkan JK untuk tidak mencampuradukkan jabatan dengan kepentingan bisnis. Apalagi JK pada awal dipasangkan dengan Jokowi berjanji tidak akan menggunakan kekuasaan untuk kepentingan bisnisnya. 

"Pak JK mengatakan, 'Saya sudah tua, sudah pernah jadi wapres. Saya tidak akan gunakan ini untuk kepentingan bisnis saya. Saya ingin mengabdikan diri pada bangsa'. Itu yang harus kita tagih janjinya," tuturnya..[RMOL/dem]