2000 Personil Dikerahkan Polda Kepri Amankan Natal dan Tahun Baru
Jajaran Polda Kepri menurunkan 2.000 personil mengankan perayaan Natal 2015 dan Tahun Baru 2016 pada seluruh wilayah Provinsi Kepri untuk menjamin ibadah umat nasrani berjalan dengan aman.
"Kami akan lakukan pengamanan dan razia pada beberapa kawasan yang dianggap rawan. Selain dari Polri, pengamanan juga akan melibatkan unsur TNI," kata Kabid Humas Polda Kepri AKBP Hartono di Batam, Senin.
Jumlah anggota tersebut sebagian besar akan ditugaskan di Batam sebagai wilayah dengan populasi penduduk terbesar di Kepri dan merupakan kota terbesar.
Sasaran Operasi Lilin 2015 adalah pengamanan tempat ibadah, pemukiman penduduk, pusat perbelanjaan, ruang publik, tempat wisata atau rekreasi, serta fasilitas angkutan umum.
"Kami ingin memastikan kegiatan Natal dan perayaan tahun baru berjalan aman. Operasi ini dilakukan secara serentak seluruh Indonesia dan berjalan selama 10 hari," kata dia.
Operasi Lilin 2015 dititikberatkan pada antisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas dan ketertiban berlalu lintas yang dapat mengganggu perayaan Natal 2015 dan Tahun Baru 2016.
Selain itu, operasi yang digelar di akhir tahun itu juga memfokuskan pada antisipasi terhadap ancaman terorisme, karena masih adanya sel-sel gerakan teror yang aktif melakukan kegiatan tersebut.
Polda Kepri memperkirakan seluruh rangkaian perayaan di akhir tahun diprediksi akan menyebabkan meningkatnya mobilitas dan intensitas kegiatan masyarakat terutama di tempat ibadah, jalan protokol, pusat perbelanjaan, tempat hiburan, objek wisata, serta jalur lalu lintas lainnya yang puncaknya akan terjadi pada malam pergantian tahun.
Petugas, kata dia, secara resmi akan ditempatkan pada gereja-gereja, tempat keramaian mulai 23 November 2015 usai dilakukan gelar pasukan pengamanan.
"Kami akan gelar pasukan pada 23 November 2015. Selanjutnya semua akan menempati posisi untuk melakukan pengamanan hingga usai tahun baru," kata Hartono. (Antara)

