Pedagang Terompet Mulai Banjiri Jalanan Kabupaten Lingga
LINGGA - Memeriahkan suasana perayaan menjelang malam pergantian tahun baru 2016 yang sebentar lagi tiba, pedagang musiman mulai tampak bermunculan di Daik Ibukota Kabupaten Lingga.
Pantauan wartawan elektronik ini di lapangan, aktivitas pedagang musiman ini, seperti terompet mulai terlihat dipinggir jalan strategis, yakni di Jalan Merdeka, Lapangan Hangtuah, Alun-alun Sultan Mahmud Riayat Syah.
"Saya baru dua hari menjual terompet disini. Alhamdulillah, meski masih sepi pembeli namun sudah ada pembeli," kata seorang pedagang terompet yang tak mau namanya dipublis saat ditemui, Selasa (29/12).
Ia mengatakan, memanfaatkan momen pergantian akhir tahun ini untuk mencari rezeki berjualan terompet dengan berbagai model dan ukuran.
Namun, ia mengaku animo pembeli di Daik ini belum terlalu tinggi, apalagi kondisi cuaca tak mendukung akibat hujan melanda daerah ini sejak dua hari terakhir.
Meski demikian, kata dia, tingkat pembeli terompet akan mulai meningkat sehari jelang musim pergantian tahun yang tinggal beberapa hari kedepan.
Untuk itu Ia berharap, kondisi cuaca bisa membaik hingga malam pergantian tahun sehingga dagangan terompetnya bisa laris manis.
"Saya tentu cemas-cemas jika kondisi di Lingga ini diselimuti awan tebal. Yah, berdoa saja semoga cuaca mendukung," jelasnya.
Selain itu ia menambahkan bahwa dagangan yang dijajakannya tersebut dipasok dari luar daerah, seperti jambi maupun dari kota besar lainnya.
"Kalau terompet ini saya hanya menjual, tidak membuat sendiri. Harga terompet yang ditawarkan bervariasi mulai dari kisaran harga Rp 5000 hingga Rp 20.000," tuturnya.
Hingga berita ini ditulis, saat ini baru pedagang terompet yang tampak di ibukota Kabupaten Lingga untuk memeriahkan perayaan malam pergantian tahun baru di Lingga dengan menjajakan pernak pernik suasana tahun baru. Namun pedagang musiman lainnya seperti petasan maupun kembang api belum terlihat sama sekali.

