Naik Sama-Sama Turun Berbeda

Diterbitkan oleh Saiful pada Senin, 11 Januari 2016 06:57 WIB dengan kategori Opini dan sudah 487 kali ditampilkan

Pada tanggal 5 Jaunari 2016 kemarin Bahan Bakar Minyak (BBM) turun diseluruh Indonesia. Harga solar turun dari Rp6.700 menjadi Rp5.650. Harga premium untuk wilayah n0n-Jawa, Madura, dan Bali atau JaMaLi turun dari Rp.7.300 menjadi Rp.6.950, sedangkan untuk wilayah Jawa, Madura , dan Bali turun dari Rp.7.400 menjadi Rp.7.050. Penurunan ini lebih rendah dibandingkan dengan perencanaan sebelumnya pada bulan Desember 2015 lalu.

 


            Ketika harga BBM naik, pasti akan diikuti kenaikan barang-barang kebutuhan pokok dan non-pokok di pasar dan itu tidak bisa kita pungkiri lagi, seolah sudah menjadi tradisi di Indonesia. Namun sebaliknya, ketika harga BBM turun tetapi harga kebutuhan pokok dan non-pokok tidak ikut turun. Kasian masayrakat pada mengeluh dengan naiknya kebutuhan pokok. Saya pun mengeluh ketika semua harga barang kebutuhan pokok pada naik, apa lagi anak kosan yang lagi dirantauan.


Tarif angkutan yang menggunakn BBM soalar bisa turun dengan peraturan yang telah ditetapkan, khususnya di KEPRI tarif angkutan laut hanya turun 5%, harusnya kalau harga BBM turun11 persen, pemerintah juga harus menurunkan tarif ferry dan transportasi lainnya 10 persen, sebagaimana kebijakan yang diambil pada pembahasan kenaikan tarif tranportasi pada 2014 lalu. Sehingga penurunan harga bisa berimbas kepada kebutuhan pokok dan non-pokok lainnya.


Untuk kebutuhan pokok di pasar jarang sekali ada penurunan harga, kalu pun ada yang turun hanya beberapa persen, seharusnya pemerintah harus turun kelapangan melihat kondisi harga pasar yang sangat tinggi atau melakukan operasi pasar dan melakukan intervensi pasar sehingga harga barang dan jasa di pasar bisa menyesuaikan dengan penurunan harga BBM. Supaya masyarakat dapat merasakn dampak dari penurunan harga BBM tersebut.


Peran pemerintah sangat dibutuhkan dalam hal ini, tentu berkoordinasi dengan kementrian terkait dengan hal-hal seprti ini. Bukan hanya bisa menaikan harga BBM dan berimbas pada kebutuhan pokok dan non-pokok. Tetapi ketika harga BBM ini turun harus diikuti juga penurunan harga kebutuhan pokok dan non-pokok dengan melakukan operasi pasar. Padahal tujuan penurunan harga BBM ini supaya kebutuhan barang dan jasa bisa ikut turun . Tentunya pemerintah mempunyai pengalaman dalam hal yang terjadi setiap tahunnya apa lagi menjelang hari-hari besar. Untuk kedepannya, pemerintah harus bisa lebih adil ketika harga BBM ini naik semua ikut naik dan apabila BBM ini mengalami penurunan maka harga kebutuhan pokok dan non-pokok bisa turun juga, supaya tidak pincang.