Pemerintah Kabupaten Karimun Perlu Memberi Apresiasi UKM di MORO
Kecamatan Moro yang dikenal sekarang ini pada awalnya merupakan sebuah Kecamatan moro memiliki pusat kegiatan yang mencangkup satu Kelurahan dan 8 desa dan berbagai banyak pulau-pulau kecil dan dikelilingi lautan. Aktivitas menurut pengamatan saya terletak di sekitar laut yang luas karena penduduknya rata-rata penghasilan sebagian besar adalah Nelayan dan bertani hanya sebagian kecil saja.
Dilihat dari komposisi penduduk paling besar dihuni oleh suku melayu dan hanya sebagian kecil ada jawa. Saya sempat bertanya apa alasan penduduk disini lebih memilih membangun rumah diatas laut dan ditepi pantai karena alasan mereka kepentingan yang lebih utama adalah nelayan (mencarikan ikan) jadi bisa mencari tangkapan ikan hasil mereka dijual yaitu ikan dengan cepat menghasilkan uang dapat memmenuhi kebutuhan mereka sehari-hari, menggunakan alat tranfomasi kapal, boat pancung dan mengunakan alat tangkap berupa jaring.
Dari saya lihat dimoro adalah sebagai penghasilkan ikan terbanyak dikabupaten karimun ikan diantranya dari ikan tengiri,tongkol,dan sebagainya yang melimpah dan sampai di export keluar negeri pas kena pada musimnya ikan, dan kadang kala ikan itu sampai gak laku dijual dipasaran karna semakin banyaknya ikan sampai membusuk dan dibuang di dasar laut ,dan seiringan pada waktunya masyarakat moro mulai berfikir untuk berinovasi, kenapa ikan yang didaerah kita yang melimpah saat ini tidak gunakan sebagai makanan khas kerupuk ikan moro, dan dari pada kita membuang hasil tangkapan yaitu ikan kita yang peroleh jerih payah tidak menghasilkan uang bagaimana kalau kita kembangkan dengan mengelola ikan yang gak laku dijual sebaiknya kita jadikan kerupuk ikan moro.
Disitulah para masyarakat moro dan dipulau sekitarnya mulai berlomba-lomba membangun UKM (usah kecil menengah), masyarakat dalam memporoduksi makanan khas kerupuk ikan moro. Kerupuk ikan moro yang dibikin oleh masyarakat setempat sangking enakanya dan terkenalnya pada saat ini, sampai dipesan diantarkan sampai luar negeri yaitu Malaysia dan singapore.
Rata-rata masyarakat moro yang mengembangkan UKM mereka semua maju dalam memasarkan produk- produk mereka.hanya tak kadang kala ada juga para-para UKM ini hanya mengadalkan keberanian yaitu mental dalam berwiarausaha sementra mereka tidak berfikir dalam resiko kalau UKM mereka bangun dengan jerih payah tiba-tiba bangkrut kekuranagan dalam bermodal untuk mengembangkan UKM mereka tersebut.
Mereka semestinya para UKM mendapat berupa dukungan dari pemerintah dalam usaha mereka yang jalani pada saat ini dapat mengembangkan bahan produk-produk mereka dan dapat mencitakan suatu lapangan perkerjaan bagi yang pengangguran.
Dan disini pemerintah tidak hanya berpangku tangan dalam masalah UKM dimasyarakat moro tersebut, dimna peran pemerintah sebagai objek pendukung utama, karna para berwirausaha pasti itu membutuhkan bantuan kepada pemerintah berupa dana untuk melengkapi usaha-usaha mereka dan membayar gaji karyawan yang ibaratkan masih serba kekurangan. Sebagai pemerintah harus mengambil peran penting dalam masalah UKM ini.
Karna dapat pemerintah lihat dari pengloaannya bagaimana dalam mereka mengembangkan UKM tersebut, apa yang dapat pemerintah bantu untuk mereka-mereka yang berwirausaha dalam mengembangkan ekonomi mereka supaya maju dan mau bersaing dalam produk mereka pasaran. Pemerintah harus menurunkan berupa dana bantuan untuk para masyarakat yang mau berwirausaha UKM, untuk sebagai apresiasi pemerintah kepada para berwirausaha suapaya semakin giat dan dapat mengeluarkan produk-produk mereka demi kelangsungan usaha dan apa lagi MEA sudah didepan mata sehingga tinggal kita mengembankannya bagaimana nantinya.

