Cinta Ditentang, Guru Olahraga Ini Bakar Diri Bersama Kekasih
JAKARTA - Fit, 18, yang nekat membakar diri bersama kekasihnya meninggal. Fit meninggal, setelah beberapa hari mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.
Yuni, 27, salah satu kerabat korban mengatakan Fit meninggal, karena mengalami luka bakar sangat parah, Minggu, 17 Januari.
Aksi bakar diri itu, kata Yuni, berawal ketika asmara keduanya ditentang keras oleh orangtua Ardi. Kecewa kepada orangtuanya, sepulang mengajar, Ad guru olah raga SD di Kecamatan Cimanggis, Kota Depok itu menelepon kekasihnya, Fit.
Mendapat telepon, Fit yang rumahnya tak jauh dari rumah Ad di Jalan Bambu Kuning, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur datang untuk memenuhi panggilan, “ kata Yuni.
Sesampai di rumah Ad, Fit bertemu dengan Ad. Mereka kemudian duduk dilanjutkan bincang-bincang. Selesai ngobrol mereka ke kamar, tempat tidur Ad. "Selanjutnya, Ad mengambil jeriken berisi bensin dari bawah tempat tidur lalu kemudian disiramkannya ke tubuhnya. Sisanya, disiramkan ke tubuh Fit. Selanjutnya, Ad mengambil korek gas. Saat itulah tubuh mereka terbakar," tandas Yuni.
Aksi bakar diri ini dilakukan Senin 11 Januari, sekitar pukul 09.20 WIB. Husaima menjelaskan, kasus bakar diri sepasang kekasih ini diketahui saksi, Heri Mustofa. Saksi melihat asap yang muncul dari rumah Ad dan berusaha mencari asal asap itu untuk memadamkan api.
Heri tak tahu bahwa ada orang yang terbakar. Ia baru mengetahui setelah ada suara meminta tolong dari halaman belakang rumah. Mengetahui kondisi kedua korban luka bakar saksi kemudian berteriak meminta bantuan warga lain untuk menolong korban. Keduanya akhirnya dibawa ke RSCM.
Kepala Sub Bagian Humas Polres Metro Jakarta Timur Komisaris Husaima menuturkan, Ad dan Fit nekat berniat mengakhiri hidupnya, lantaran hubungan mereka tak direstui orangtua. "Motifnya menurut saksi yang diperiksa di tempat kejadian (TKP) karena hubungan mereka tidak direstui orangtua," kata Husaima.

