Bandara SSK II Butuh Kepastian, Embarkasi ke Batam Boros Rp15,6 Miliar Pertahun

Diterbitkan oleh pada Jumat, 22 Januari 2016 05:56 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 1.044 kali ditampilkan

PEKANBARU-Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Riau, Tarmizi Tohor Kamis (21/1/16) mengatakan bahwa jumlkah ku7ota haji Riau saat ini mencapai 5.010 jemaah pertahun. Jika JCH sebanyak itu berangkat melalui embarkasi Batam, terjadi pembortosan dana sebesar Rp 15,6 miliar di setiap tahunnya.



Pemborosan biaya tersebut adalah untuk biaya domestik. Seperti keberangkatan dari kampung ke bandara SSK II, kemudianbiaya keberankatan dari SSK II menuju Hang Nadim Batam. Kamudian biaya akomodasi selama menunggu keberangkatan JCH Riau menuju ke Mekah. Jika diakumulasikan nilainya mencapai belasan miliaran rupiah pertahunnya.

"Jika SSK II menjadi embarkasi sendiri, maka biaya domestik tersebut masih bisa dilakukan penghematan," terang Tarmizi Tohor.

Terkait hal itu, GM Bandara SSK II Pekanbaru, Jaya Tahoma mengatakan bahwa pihak bandara sangat riskan untuk melakukan investasi dengan membangun embarkasi di Pekanbaru. Karena nilai investasinya sangat besar.

"Kita butuh kepastian mengenai wacana dan rencana pemindahan bandara. Pasalnya, jika pihak Bandara SSK II berinvestasi membangun embarkasi dengan nilai ratusan miliar bahkan triliunan rupiah untuk membangun fasilitas dan akses yang mendukung embarkasi, kemudian ternyata sebelum break event point (balek modal) ternyata harus di pindah, tentu pihak bandara yang rugi," terang Jaya Tahoma.

Untuk itu, tambahnya, setiap kali dirinya dipanggil oleh pemerintah, baik pemprov Riau maupun DPRD Riau,ia selalu menjelaskan hal itu. Kalau menurutnya, wacana dan rencana pemindahan bandara bisa diundurkan hingga batas waktu yang disepakati, maka management bandara SSK II akan mempertimbangkannya.