Bom Rakitan Teror Rumah Ketua Partai Demokrat Kepri

Sabtu, 23 Januari 2016 23:40 WIB
863x ditampilkan Kepri Terkini

BINTAN (KEPRI) - Rumah Bupati Bintan terpilih, Apri Sujadi yang juga merupakan Ketua Partai Demokrat Kepri di Kampung Kolongenam, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, Jumat (22/1) sekitar pukul 14.30 WIB diteror oleh orang tidak dikenal dengan mengirimkan satu unit bom rakitan. Beruntung bom yang terbuat dari botol minuman mineral berukuran 600 mili liter (ml) dilakban dengan isolasi warna hitam lalu dibungkus kantong keresek warna hitam itu berhasil diamankan oleh jajaran Polsek Bintan Timur.

 

 

 

Dari hasil indentivikasi kepolisian, bom rakitan ini terbuat dari botol berisikan bensin serta paku ukuran 1 inchi sebanyak 1 ons. Dua bahan tersebut diperentarakan dengan tembaga kabel sepanjang 10 Centimeter (Cm). Lima senti yang dililitkan ke soket antena televisi yang berada didalam botol dan 5 Cm lagi  dibentuk seperti sumbu dililitkan ke lampu spiral berkapasitas 8 Watt yang dipasang dibagian luar botol. Diprediksi bom rakitan ini memiliki daya ledakan hingga radius 150 meter.

 

 

 

 "Kita prediksi bom rakitan ini memilik daya ledakan capai 150 meter," ujar Kapolsek Bintan Timur, Kompol Dandung Putut Wibowo usai menunjukkan bom rakitan yang diamankan kepada Kapolres Bintan, AKBP Cornelius Wisnu Adji Pamungkas di Mapolsek Bintan Timur.

 

 

Sementara Kanit Reskrim Polsek Bintan Timur, Ipda Muhammad Akmal mengatakan bom rakitan ini pertama kali ditemukan Safrul, abang ipar dari Apri Sujadi ketika sedang menyapu halaman. Saat itu, Safrul mencurigai benda yang terbungkus kantong keresek warna hitam yang tergeletak di bawah pohon jambu miliknya. 

 

 

"Safrul melaporkan kepada kami bahwa ada benda mencurigakan yang terbungkus kantong keresek uang diduga bom," katanya.

 

 

Setelah mendapatkan laporan, ia beserta jajarannya langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memastikan kebenarannya. Ketika melihat benda yang dicurigai tersebut, ia dan jajarannya mengambil langkah untuk membukanya. Didapati ada sebuah botol mineral yang disambungkan dengan lampu spiral. Dirasakan tidak berbahaya ia pun langsung mengamankannya ke Mapolsek Bintan Timur.

 

 

Saat diindentifikasi, ternyata botol itu berisikan bahan yang mudah meledak karena berisi bensin. Namun benda ini sangat sulit diaktifkan ledakannya karena untuk pemicu hanya sebuah lampu spiral.

 

 

"Menurut saya tidak bisa meledak. Karena tidak ada pemicu ledakannya. Tetapi jika terkena api hanya menimbulkan kobaran api yang besar sebabnya bensin mudah tersambar oleh api," ungkapnya.

 

 

Sementara Apri Sujadi mengaku sangat terkejut dengan adanya penemuan benda yang diduga bom rakitan tersebut. Namun dirinya tidak mau ambil pusing dan menilainya ini adalah sebuah hasil kreativitas oleh seseorang yang tidak tersalurkan dengan baik.

 

 

"Saya lagi di kedai kopi tadi. Tiba-tiba ada yang telpon bahwa ada bom rakitan didepan rumah tetapi sudah diamankan di kantor polisi," katanya.(ary/bpos/JPNN)