Pasca Bencana Asap, ACT Reboisasi Hutan Kebakaran

Diterbitkan oleh pada Ahad, 31 Januari 2016 18:17 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 1.546 kali ditampilkan


 


 

Anca Rahadianysah, Penanggung Jawab Program dari Disaster Recovery Program (DRP-ACT), mengungkapkan hampir 70 persen (sekitar 120.000 hektar) hutan di Desa Sungai Konyer, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kota Waringin Barat, Kalteng habis terbakar.  

 

“ Bibit pohon yang ditanam terdiri 10 jenis bibit endemik.  Pohon berjenis endemik sangat cocok di tanam di hutan ini,”jelas Anca, sapaan akrabnya.

 

Sudayanto, Kepala Resort Taman Nasional, ikut hadir mendampingi penanaman bersama tim gabungan. 

 

“Kerjasam kami dengan ACT bukan hanya saat emergency saja, tapi juga berlanjut ke recovery berupa penanaman kembali lahan hutan yang sudah terbakar dan memberdayakan masyarakat Desa Sungai Sekonyer,” tutur Sudayanto. Ia menambahkan bibit yang ditanam ini dibeli dari penduduk sekitar, dengan tujuan roda perekonomian masyarakat desa berputar .

 

“Mudah-mudahan ke depan kami bisa kerjasama lanjutan dengan Nu Skin dan ACT, semoga Nu Skin dan ACT, semakin berkah,”ujarnya.

 

Seperti diketahui, kawasan hutan di Pulau Sumatera dan Kalimantan terbakar sejak Agustus 2015. Kebakaran tersebut mengakibatkan bencana kabut asap terparah sepanjang sejarah terjadinya kebakaran hutan Indonesia. ACT juga ikut andil dalam penanganan korban bencana asap. Aksi yang dilakukan ACT antara lain pemadaman hutan, pembagian masker, logistik, sembako, distribusi air bersih dan pelayanan kesehatan cuma-cuma.

 

ACT berkomitmen untuk ikut andil dalam Program  Recovery Konservasi Hutan.  Menurut Anca, Program Recovery Konservasi Hutan yang dilakukan ACT dan mitranya tidak bisa berjalan sendirian, namun perlu keterlibatan banyak pihak untuk menghijaukan kembali hutan yang terbakar. “Kami mengajak kepada pemerintah dan elemen masyarakat  untuk menanam pohon di atas lahan hutan yang habis terbakar,” ajaknya.