Rio Haryanto Pahlawan Yang Kerap Dicibir

Diterbitkan oleh Saiful pada Sabtu, 27 Februari 2016 08:37 WIB dengan kategori Olah Raga dan sudah 956 kali ditampilkan

BARCELONA - Rio Haryanto sudah mewujudkan mimpi pribadi sekaligus bangsa Indonesia. Menjadi pembalap pertama tanah air di ajang Formula 1 kini sudah berhasil digapai lewat perjuangan keras.



Performa Rio pun sudah ditunjukkan di sesi tes pramusim di Catalunya, Barcelona sejak Rabu (23/2/2016) lalu. Sebagai debutan terlihat pembalap asal Solo itu masih kikuk dengan MRT05 yang dikendarai di lintasan. Dua kali Rio keluar lintasan dan semua itu menjadi pengalaman berharga untuk digunakan di lomba sesungguhnya di Melbourne, Australia pada 20 Maret mendatang.
Rio Haryanto Antara Ambisi dan Tantangan
Setelah mencicipi lesatan jet darat milik Manor Racing, Rio pun langsung mematok ambisi. Tak muluk yang ditargetkan pembalap yang selama ini dikenal kerap membaca Ayat Kursi itu. Dalam wawancara dengan BBC, Sabtu (27/2/2016), Rio mengatakan hanya mengincar papan tengah.

Ia pun enggan berbicara soal raihan poin di musim ini. "Masih terlalu dini untuk bicara poin, ketika saya juga belum pernah mencoba mobil tahun ini. Yang pasti, setidaknya saya berharap dapat mengumpulkan poin lebih banyak dari rekan setim."

Sayangnya banyak juga yang pesimistis dengan upaya yang dilakukan Rio. Tak sedikit cibiran malah diterima. Tapi semua itu coba disikapi dengan bijak.
Rio Haryanto Antara Ambisi dan Tantangan
"Ada berbagai cara untuk membangun bangsa yang besar. Balapan adalah salah satu cara saya untuk mengabdi kepada negara. Selama lebih dari 15 tahun saya berjuang mengharumkan nama bangsa di kancah internasional melalui prestasi di lintasan. Saya berharap semua pihak dapat saling mendukung dalam bidang mereka masing-masing," ucapnya.

Rasa optimisme yang sekarang dibangun oleh Rio. Ia sama sekali tidak mau semua nada negatif ke dirinya malah merusak cita-cita yang lama diidamkan.

"Saya ingin melangkah ke depan dengan kacamata optimisme. Pujian ataupun cercaan harus menjadi dorongan bagi saya untuk menjadi lebih baik lagi."
Rio Haryanto Antara Ambisi dan Tantangan