Sosialisasi Kantong Sampah Miliki Nilai Ekonomis Bagi Warga
MAKASSAR -- Penangan masalah sampah secara spesifik harusnya mampu memberi nilai tambah bagi masyarakat, khususnya golongan ekonomi lemah, mereka dapat memilah sampah bernilai ekonomis dan menukarnya dengan beras.
Program sampah ditukar beras yang merupakan ide yang telah dicanangkan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan "Danni" Pomanto sejak awal memimpin Kota "Anging Mammiri" ini, sudah mengimplementasikan program tersebut.
Namun tentunya membutuhkan upaya dan kreatifitas para camat dan lurah dengan melibatkan Organisasi Rukun Warga (ORW), Rukun Tetangga dan masyarakat. terkininews.com
Program inilah yang kami sosialisasikan secara berkesinambungan ditiap ORW dan pengurus bank sampah di Rappocini," Ungkap Camat Rappocini, Hamri Haiya pada terkininews.com pada kegiatan sosialisasi penggunaan kantong plastik sampah di tengah warga ORW 10 Kelurahan Mappala dan ORW 7 Kelurahan Kassi-Kassi serta para pengurus bank sampah di Kecamatan Rappocini, (13/03/2016).
Sosialisasi ini terkait penggunaan kantong plastik yang dibagikan untuk memilah sampah jenis kertas, plastik, organik, kaleng dan sampah biasa.
Nilai Ekonomis Menurutnya, sampai rumah tangga diurai dari sumbernya, untuk sampah yang dapat didaur ulang dan bernilai ekonomis dipilah ke dalam kantong yang telah disediakan.
Ada dua jenis kantong plastik yang dibagikan, kantong plastik sampah yang di tukar beras diperuntukkan bagi masyarakat ekonomi kurang mampu, warnanya orange, terdiri empat buah yaitu untuk menampung sampah organik, sampah plastik, sampah kaleng dan sampah kertas.
Kantong plastik sampah untuk Makassar Tidak Rantasa warnanya hijau diberikan untuk masyarakat mampu.
Melalui program ini di harapkan terjadi pemilahan sampah ditiap rumah tangga sehingga volume sampah akan berkurang karena terjadi pemisahan dari sampah biasa dan sampah yang mempunyai nilai ekonomis. (*)

