Usaid Prioritaskan Terwujudnya Sekolah Adiwiyata
MAKASSAR - Dunia pendidikan saat sarat dengan kehidupan manusia, apalagi di era technologi jaman sekarang yang seolah berlomba dengan prestasi, untuk itu sudah sepantasnya dan sewajarnyalah pendidikan anak jadi prioritas.
Hubungan guru dan wali murid/orang tua siswa haruslah terjalin untuk menciptakan sebuah ruang publik dan juga sebagai salah satu upaya perbaikan mental siswa.
Saat ini segala sesuatu berkaitan dunia pendidikan amatlah riskan terjadi dan tak jarang media menganggapnya adalah sebuah kasus, misal perbedaan antara sumbangan dan Pungli.
Berbicara masalah kasus sudah barang tentu itu berkaitan hukum, namun pada hakikatnya hal tersebut tidak akan terjadi apabila di komunikasikan dengan baik antara pihak wali sekolah dan wali/orang tua murid.
Terinspirasi dari sebuah sekolah SDN. Mamajang II di jalan Singa No.63 menjadi hal yang baik untuk di bahas dimana sekolah tersebut dulunya bukanlah sebuah sekolah yang pantas di tampilkan dan di perguncinkan, suatu yang sangat berbeda dengan tampilan saat ini.
Setelah Usaid Prioritas terlibat dalam terobosan terobosan serta usulan cemerlang barulah sekiranya SD. Mamajang jadi unggulan dan adiwiyata menurut Ibu HASNAH guru kelas 1 mengatakan Stelah "usaid masuk ke mamajang II dengan program sekolah maupun penataan ruang kelas dan tentunya di dukung oleh tenaga staf Usaid Prioritas utamanya adalah (DBE) decentralized Basic Education prgram"
Di tempat terpisah dalam lingkup aekolah staf Usaid Prioritas Bahar Makkutanang memaparkan "program DBE itu program dari 2005-2010 sekarang menjadi Usaid Prioritas, lebih lanjut bahar menjelaskan bahwa Usaid Prioritas menempatkan kordinator dan Staf tenaga fasilitator setiap kabupaten kota sebelum kembali ke daerah masing masing untuk melatih guru guru di kabupaten" tutur bahar (16/03/2016).
Program (DBE) Usaid Prioritas adalah suatu bentuk program sekolah dimana di dalamnya termasuk program MBS (Manajemen Basic Sekolah), pihak sekolah beserta komite, megelola dan membuka fasilitas serta kreatifitas siswa dalam menyingkapi kekurangan anggaran dalam media pembelajaran di sekolah, dalam hal ini praktik yang menggunakan alat peraga murah dan mudah."papar bahar pada awak media.
