Pendapatan Nelayan Mulai Meningkat

Diterbitkan oleh pada Ahad, 27 Maret 2016 08:43 WIB dengan kategori Opini dan sudah 1.356 kali ditampilkan

Pendapatan sebagian nelayan di Kepri mulai meningkat seiring dengan bantuan kapal dan alat tangkap yang diberikan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) setiap tahun, melalui Dinas Kelautan & Perikanan (DKP).

 

Menurut Kepala DKP Provinsi Kepri Drs.Raja Ariza melalui Kabid Tangkap DKP-Robert Lukman kepada wartawan Netralitas.Com di kantornya-Dompak-Tanjungpinang, Selasa (9/2), pendapatan nelayan (income perkapita) di tahun 2011 baru Rp 1 juta perbulan, pada tahun 2015 sudah menjadi Rp 4 juta/bulan.

Dengan adanya kapal dan alat tangkap yang semakin memadai, para nelayan pun semakin leluasa mencari dan menangkap ikan di laut. Ikan hasil tangkapan nelayan bertambah banyak, membuat pendapatan meningkat.

Tetapi jumlah kapal dan alat tangkap bantuan pemerintah kepada kelompok nelayan termasuk sampan bagi perseorangan, baru sekitar 350  unit terhitung sejak 2011 hingga 2015.

Total biaya proyek pengadaan kapal dalam 5 tahun anggaran, diperkirakan mencapai Rp 34 miliar.

Namun ukuran kapal yang dapat dipenuhi pemerintah, rata-rata 2 GT (Gross Ton), 5 GT, 20 sampai 30 GT.

Proyek pengadaan terus dilakukan, namun pada tahun 2016 ini belum bisa dipastikan Robert jumlah kapal dengan nilai anggaran, karena APBD Kepri semakin defisit.

Seperti halnya Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lainnya, kegiatan DKP Kepri harus dirasionalisasi dengan nilai anggaran 2016, ujar Robert didampingi stafnya Anwar.

Upaya perbaikan hidup nelayan diungkapkan, masih cukup berat dan menelan anggaran pemerintah yang sangat besar, sebab jumlah nelayan 61.512 rumah tangga.

Tersebar di 5 Kabupaten dan 2 Kota se-Provinsi Kepri.

Besarnya populasi nelayan di Kepri sebanding dengan luas laut provinsi ke-32 berpenduduk 1,8 juta jiwa itu, yakni 96 persen.

Hal itulah yang membuat potensi maritim Kepri sangat besar, sedangkan luas daratan hanya 4 persen.

Robert memperkirakan jumlah nelayan yang telah meningkat pendapatannya, belum sampai 20 persen.

Disamping bantuan kapal dan alat tangkap ikan, upaya perbaikan hidup nelayan perlu diberi bantuan kapal penampung ikan tangkapan di tengah laut berkavasitas besar dan kapal pengangkut ke darat.

Dermaga pelabuhan Tempat Pelangan Ikan (TPI) di setiap Kabupaten dan Kota, juga perlu dibangun pemerintah.

Saat ini pemerintah pusat baru mulai membangun 1 pelabuhan TPI di Kabupaten Anambas, tambah Robert.

Anwar mengingatkan, pemerintah pun harus tetap memberantas aksi penangkapan ikan secara illegal.

Sebelumnya, Gubernur Kepri terpilih HM Sani menyatakan bantuan sarana dan alat tangkap ikan bagi nelayan, sekaligus menjadi upaya pemerintah menekan angka kemiskinan di Kepri.