Perusahaan China Akan Bangun Pembangkit Listrik Di Kalimantan

Senin, 25 April 2016 07:34 WIB
372x ditampilkan Bisnis

Golden Concord Holdings Limited (GCL-Poly) tengah bersiap membangun pembangkit listrik berkapasitas 200 Mega Watt (MW) di Singkawang, Kalimantan Barat.

 

 

Perusahaan yang fokus sebagai pemasok energi hijau ini, telah menyiapkan dana sebesar US$ 400 juta atau sekitar Rp 5,2 triliun (kurs Rp 13.000) untuk memuluskan rencananya ini.

 

Demikian disampaikan Vice Chairman Chief Executive Officer GCL, Sha Hongqiu, saat berdiskusi bersama jurnalis dari negara-negara ASEAN dalam kunjungan di kantornya, Century Avenue, Pudong, New Area, Shanghai, China, Minggu (24/4/2016).

 

"Kami akan bangun pembangkit listrik 200 MW di Singkawang, Kalimantan Barat. Kami siapkan US$ 400 juta," ujar Sha.

 

Dia menjelaskan, saat ini, proses yang belum terselesaikan adalah soal pembebasan lahan. Rencananya, pembangkit listrik ini akan menempati area seluas 30 hektar.

 

"Sekitar 30 hektar," katanya.

 

Pembangunan pembangkit listrik ini akan dilakukan dengan skema joint venture, antara GCL dengan perusahaan lain. Nantinya, GCL akan menjadi pemilik saham mayoritas hingga 65%, sementara sisanya dipegang perusahaan lainnya.

 

Sha menargetkan, proyek ini bisa berjalan tahun depan.

 

"Saat ini sedang menunggu proses pembebasan lahan. Setelah tanda tangan kontrak selesai juga selesai masalah pembebasan lahan, kami mulai bekerja. Kami akan mulai tahun depan. Indonesia sangan penting bagi kami," imbuh Sha.

 

Di sisi lain, lanjut Sha, pihaknya fokus untuk mengembangkan bisnis energi hijau atau energi baru terbarukan. Salah satunya adalah penggunaan solar power atau panel surya.

 

Saat ini, gedung GCL menggunakan solar power untuk mendukung kebutuhan listrik perusahaan. Dengan solar power, Sha menyebutkan, perusahaan mampu menghemat energi sekitar 30%.

 

"Ini salah satu gedung menggunakan energi solar. Efisiensi sampai 30%. Ke depan, solar power adalah tulang punggung energi di Asia," ucap dia.

 

Di negara lain, kata Sha, sudah menerapkan penggunaan solar power, seperi di Tibet dan Mongolia.

 

Jangan khawatir jika tak ada sinar matahari. Pihaknya memiliki storage yang khusus menyimpan solar energi sehingga bisa dipakai 24 jam.

 

"Contoh di Tibet panel surya. Di Mongolia juga ada pakai produk kita. Ada storage untuk menyimpan energi, jadi listrik bisa 24 jam menyala," paparnya.

 

Berdasarkan pantauan detikFinance di lokasi, gedung GCL ini desainnya memang sangat mewah. Banyak ruang terbuka dan sangat terang.

 

Penggunaan teknologinya juga canggih. Salah satunya saat melakukan presentasi proyek-proyeknya yaitu pembangunan gedung dengan energi baru terbarukan yang menyadur konsep gedung di Singapura.

 

Para jurnalis diajak di suatu tempat khusus untuk pertunjukan proyek-proyek perusahaan. Disediakan layar besar dan dihiasi lampu-lampu warna-warni.

 

Tak hanya gambar dan suara, di ruang tersebut juga terdapat gedung-gedung miniatur dan pemandangan China dari atas udara.

 

Dengan begitu, kita seolah-olah menyaksikan langsung fisik gedung sesungguhnya dan seakan melihat langsung dari udara.

 

Informasi saja, GCL-Poly merupakan perusahaan terbuka yang sahamnya dicatatkan di bursa saham Hong Kong (Hang Seng Stock Exchange). Perusahaan ini didirikan tahun 1996.