Bupati Lingga Berharap Rumah Tekat Mengangkat Seni dan Budaya Lingga
Bupati Lingga Alias Wello, yang meresmikan langsung Rumah Tekat Tudung Manto Halimah, di Kampung Mentok, Daik Lingga mengatakan dengan adanya Rumah Tekat ini akan semakin mengangkat salah satu seni dan budaya di Lingga. Sebab warisan kebudayaan Tudung Manto merupakan pakaian tradisional melayu Kesultanan Lingga yang keberadannya kini telah diakui sebagai salah satu warisan budaya nasional oleh pemerintah Republik Indonesia sempat terputus jejak, sabtu (30/04/2016).
"Rasanya sudah sangat lama, jejak kebudayaan ini terputus. Sekarang, kita sudah memiliki Rumah Tekat Tudung Manto yang di beri nama Halimah. Nama dari istri Dato Bandar, yang menghibahkan tanahnya. Kini kita sama-sama mulai menapaki kembali, kejayaan melayu yang kaya akan warisan seni dan budayanya. Rumah Tekat yang dibangun, memang di kampung warga Mento sebuah kampung lama tempat produksi pakaian melayu ini," kata Awe dalam sambutannya.
Dengan adanya Rumah Tekat ini, ia berharap jejak sejarah dan kebudayaan di Daik Lingga sebagai Bunda Tanah Melayu dapat terbangun. Menggali kembali bersama-sama dengan menularkan kepiawaian menekat kepada genarasi muda a!gar simbol kebudayaan ini tidak putus begitu saja.
"Sekarang kita terputus dah hampir hilang jejak. Remaja putri harus dikut sertakan menjadi bagian, mengenal dan mempelajari warisan kebudayaan melayu ini. Kita harus bergerak bersama-sama," ujarnya.
Ditempat yang sama, Said Asy’ari Lurah Daik, sekaligus Ketua Rumah Tekat Tudung Manto berharap, warisan pakaian berabad-abad ini dapat menjadi penguataan Lingga sebagai Bunda Tanah Melayu dan sebagai tonggak pelestarian dan edukasi pakaian tradisional. Tidak hanya Tudung Manto, pembuatan kain telepok juga dapat dihidupkan sebagai identitas.
"Kedepan, kita akan bekerjasama dengan sekolah-sekolah agar jam ekstrakulikulernya dapat datang ke Rumah Tekat ini, untuk belajar langsung. Bersama-sama kita perkuat perkampungan budaya ini," katanya.

