DPR: Pendidikan Harus Bisa Membentuk Karakter Bangsa

Senin, 2 Mei 2016 21:35 WIB
368x ditampilkan Nasional

Ketua DPR RI Ade Komarudin mengatakan pendidikan nasional harus diarahkan pada proses pembentukan karakter bangsa yang unggul karena tantangan generasi muda bangsa Indonesia di masa mendatang akan semakin berat.

 

"Pendidikan harus melahirkan generasi yang unggul baik secara intelektual maupun kepemimpinan," kata Ade Komarudin menyikapi peringatan Hari Pendidikan Nasional di Jakarta, Senin.

 

Ade Komarudin mengapresiasi semua pihak yang berkontribusi memajukan pendidikan nasional dan mencerdaskan generasi penerus bangsa.

 

Para pendidik mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi, menurut dia, berkontrobusi dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa dan membentuk karakter bangsa.

 

"Melalui pendidikan karakter yang menghasilkan manusia unggul, maka Indonesia akan menjadi bangsa besar yang disegani di dunia internasional. Manusia terdidik dan tercerahkan adalah kunci kemajuan bangsa," katanya.

 

Pada kesempatan tersebut, Ade Komarudin mendorong agar masyarakat lebih memahami apa dan bagaimana DPR RI.

 

Menurut dia, edukasi parlemen ini sangat diperlukan agar generasi muda memahami dengan baik proses politik, proses legislasi, proses pengawasan yang dilakukan DPR RI terhadap Pemerintah.

 

Ade mencontohkan proses pembuatan suatu undang-undang di DPR RI yang dibahas bersama oleh DPR RI dan Pemerintah.

 

"Salah satu RUU yang terdafar dalam prolegnas 2016 adalah RUU Perbukuan dan RUU Kebudayaan," katanya.

 

Menurut Ade, hal ini harus dipahami oleh generasi muda, bahwa pembahasan sebuah undang-undang tidak hanya oleh DPR RI tapi juga bersama pemerintah dan meminta masukan dari elemen masyarakat.

 

Edukasi parlemen ini, kata dia, sangat diperlukan bagi generasi muda sebagai generasi penerus yang nantinya akan menggantikan anggota DPR RI saat ini.

 

"Saya dengan tangan terbuka dan akan menerima dengan senang hati delegasi pelajar dari seluruh penjuru Indonesia berkunjung ke DPR RI, untuk melihat dan memperlajari proses legislasi di DPR RI," katanya.


(ant)